Dua Mantan Kapolres Tapsel Jadi Kapolda Sulsel dan Kapolda Kepri

Redaksi: Jumat, 01 Desember 2017 | 22.41.00

Kapolda Sulsel Irjen Pol Drs. Umar Septono, SH, MH dan istri (atas) dan bawah Kapolda Kepri : Irjen Pol Drs. H. Didid Widjanardi, SH. (Foto: Ist.)


Catatan : Riswandy

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Umar Septono dan Didid Widjanardi bagi kalangan masyarakat Tapanuli bagian Selatan (Tabagsel). Ke dua sosok ini pernah menduduki jabatan sebagai Kepala Kepolisian Resort (Polres) Tapanuli Selatan sewaktu mereka masih berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP).

Sewaktu menjabat sebagai Kapolres Tapsel, ke dua sosok ini memiliki prestasi cukup bagus dalam menjalankan fungsi kepolisian sebagai pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat dan juga sangat dekat dengan kalangan ulama di Tabagsel dan tegas dalam bertindak dalam menciptakan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Tapsel.

Seiring waktu berjalan, kini ke dua sosok perwira kepolisian ini telah diberikan amanah oleh bangsa dan Negara untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dengan bintang dua di pundak, masing-masing sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dijabat Irjen Pol Drs. Umar Septono, SH, MH dan Kapolda Kepulauan Riau (Kepri) dijabat oleh Irjen Pol Drs.H. Didid Widjanadi, SH.

Mereka dilantik bersama sejumlah perwira tinggi lainnya melalui Skep Kapolri No. ST/2750/XI/2017 tanggal 16 November 2017 oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol M. Tito Karnavian di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Rabu 29 November 2017.

Irjen Pol Drs. Umar Septono, SH, MH kelahiran 13 September 1962 ini sebelumnya menamatkan Akademi Kepolisian pada tahun 1985. Selama awal karirnya di Kepolisian, ia lebih banyak bergelut di bidang Lalu Lintas dan Sabhara.

Tahun 2001-2002, pria kelahian Purbalingga Jawa Tengah ini menjabat sebagai Kapolres Tapsel Polda Sumatera Utara berpangkat AKBP, kemudian dipromosi menjadi Kapolres Asahan, selanjutnya diangkat menjadi Wakir Direktur Sabhara pada Direktorat Shabara Polda Sumut. Ia pernah juga menjabat sebagai Kepala Kepolisian Kota Besar (Kapoltabes) Padang Polda Sumbar dengan pangkat Komisaris Besar (Kombes), kemudian Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar hingga menjadi Waka Polda Bengkulu.

Usai menjabat sebagai Wakapolda Bengkulu, ayah dari empat orang anak yang kini telah berusia 55 tahun menjalani pendidikan Kursus Perwira Tinggi (Suspati) dan setelah menjalani Suspati ia dipercayakan menjabat sebagai Kapolda Nusa Tengggara Barat (NTB) beberapa tahun dengan pangkat Brigjen Polisi.

Sewaktu mennjabat Kapolda NTB, Umar Septono sempat menjadi viral di media social atas aksinya menolong langsung seorang anak korban kecelakaan lalu lintas di Mataram. Kemudian memberikan reward kepada anggotanya berpangkat Brigadir yang tegas menghentikan kenderaan rombongan Kapolda karena menyeberangkan seorang nenek.

Di samping itu juga, Brigjen Umar Septono sukses mengamankan dan memberikan rasa aman bagi berbagai pelaksanaan dan even-even nasional maupun Internasional yang diselenggarakan di NTB, diantaranya sukses dalam pengamanan Hari Ulang Tahun (HUT) Persatuan wartawan Indonesia (PWI) tahun 2016 lalu, yang dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Sementara Irjen Pol Drs. H. Didid Widjanardi, SH, perwira kelahiran Solo Jawa Tengah 14 Januari 1963 menamatkat pedidikan di Akademi Kepolisian tahun 1986. Selama awal karirnya di Kepolisian, ia lebih banyak bergelut di bidang Personalia dan Reserse.

Tahun 2002-2006, suami dari Hj. Erna Handayani ini menjabat sebagai Kapolres Tapsel pada Polda Sumut dengan pangkat AKBP. Selama 4 tahun menjabat Kapolres Tapsel ia membuat berbagai gebrakan dengan menindak tegas berbagai aksi premanisme dan menertibkan oknum-oknum yang sering berlindung di balik baju Organisasi Kepemudaan (OKP) karena membuat keresahan di tengah masyarakat di wilayah hokum Polres Tapsel.

Pria yang hobby olahraga bola kaki dan berburu ini sangat akrab dengan para ulama dan jurnalis. Ia juga memiliki hubungan kedekatan emosianal tidak saja dengan personil Polri di jajarannya, tetapi juga dengan personil Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan selalu bekerjasama dalam melakukan berbagai aktivitas Kamtibmas melalui program ‘Harmonisasi TNI Polri’, sehingga sewaktu kepindahannya dari Polres Tapsel, ia dibareti oleh pasukan TNI dari Yon 123 Rajawali Padangsidimpuan dan Kodim 0212 Tapanuli Selatan sebagai tanda penghargaan atas pengabdian, dedikasi dan keharmonisasi jajarannya dengan TNI.

Setelah cukup lama di Polres Tapsel, ia kemudian dipromosi menjadi Kapolres Labuhan Batu, selanjutnya diproposikan menjadi Kanit IV Tindak Pidana Tetentu (Tipidter) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri dengan pangkat Kombes Polisi, kemudian dipromosikan menjadi Wadir Tipidter, selanjutnya diangkat menjadi Wakil Direktur Tipidter Bareskrim Mabes Polri.

Selama betugas di Unit Tipidter Bareskrim Mabes Polri, ia banyak mengungkap berbagai kasus Tipidter di seluruh Indonesia, diantaranya praktek Illegal Logging di Kalimantan, praktek illegal meening dan praktek illegal fishing serta praktek penyelundupan kayu illegal.

Tidak berapa lama bertugas di Mabes Polri, ia kembali dipromosikan menjadi Direktur Reserse Kriminal (Direskrim) Polda Jawa Tengah. Puncak karirnya mulai terlihat setelah ia terpilih mengikuti pendidikan Suspati. Setelah selesai menjalani pendidikan, ia dipercayakan menjabat Waka Polda Bangka Belitung (2012-2013).

Beberapa bulan menjabat sebagai Wakapolda Bangka Belitung, ia kemudian dipindahtugaskan sebagai Tenaga Ahli Pengajar Bidang Geografi di Lembaga Pertahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas) dengan pangkat Brigjen Polisi.

Hanya berselang 4 bulan menyandang pangkat bintang satu, pria berusia 54 tahun ini kembali  diberi kepercayaan oleh bangsa, Negara dan pimpinan Polri untuk menduduki jabatan yang lebih tinggi sebagai Kapolda Kepri, dengan pangkat Inspektur Jenderal (Irjen).

Menanggapi dilantiknya dua mantan Kapolres Tapsel oleh Kapolri Jenderal Pol M. Tito Karnavian masing-masing Irjen Pol Drs. Umar Septono, SH, MH sebagai Kapolda Sulsel dan Irjen Pol Drs.H. Didid Widjanadi, SH sebagai Kapolda Kepri, pemerhati Kepolisian Sumatera Utara yang juga Penasehat Gerakan Mahasiswa Sumatera Utara (Gemasu) Malik Assalih Harahap, ST mengapresiasi pimpinan Polri dibawah komando Jenderal Pol M. Tito Karnavian memberikan kepercayaan kepada mereka.

Ia menyebutkan, selama meniti karir di kepolisian ke dua sosok perwira tinggi ini telah banyak berbuat prestasi dalam mengabdi kepada nusa dan bangsa, sehingga wajar pimpinan Polri juga memberikan perhatian yang setimpal kepada kedua perwira yang sekarang telah menyandang bintang dua ini.

“Selamat bertugas kepada Irjen Pol Drs. Umar Septono, SH, MH yang menjabat sebagai Kapolda Sulsel dan Irjen Pol Drs.H. Didid Widjanadi, SH yang menjabat sebagai Kapolda Kepri, semoga dapat menjalankan amanah yang diberikan Negara,“ ujar Malik. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 






Komentar