Gejala Monopause Berpengaruh Pada Fungsi Otak dan Jantung.

Redaksi: Kamis, 21 Desember 2017 | 09.20.00



MEDAN| HARIAN9
Ketua Perkumpulan Menopause Indonesia (Permi) Pusat, Prof Dr dr M Fidel Ganis Siregar MKed (OG) SpOG (K) menyampaikan, kaum wanita di Indonesia tidak menyadari keluhan dan gejala yang dialami saat menopause. Seperti diketahui, menopause merupakan istilah yang diberikan pada wanita yang sudah tidak haid lagi selama satu tahun berturut-turut. Kondisi ini terjadi pada usia 45-55 tahun. Di Indonesia umumnya usia 51-52 tahun.

"Berbeda dengan orang Eropa dan Amerika yang sangat merasakan efek menopause, seperti muka terasa panas (hot-flush), insomnia, vagina kering, gangguan pada tulang sampai osteoporosis (keropos tulang), kulit keriput serta penyakit jantung dan pembuluh darah (PJK)," jelas  Prof Dr dr M Fidel Ganis Siregar MKed (OG) SpOG (K) saat Simposium Menopause dalam rangka World Menopause Day 2017 di Medan, Selasa (19/12/2017).

Fidel menambahkan, tidak merasakan keluhan tersebut. Saat memasuki masa menopause, umumnya mereka hanya merasakan nyeri sendi dan dianggap biasa. Padahal menopause membuat emosi tidak stabil, perasaan cemas dan nafsu seksual menurun,katanya.

"Kondisi itu disebabkan degenerasi ovarium. Kita anggap gejala menopause biasa, padahal sangat berpengaruh, salah satunya ke fungsi otak dan jantung," ungkap Wakil Rektor II USU ini didampingi Bidang Publikasi dan Dokumentasi Permi Cabang Medan, Dra Latifah Hanum.

Latifah menuturkan,Faktor ketidakpahaman, banyak masyarakat yang mengeluhkan gejala-gejala kesehatan tersebut tidak ke dokter obsentrik ginekologi. Tetapi malah ke dokter jantung atau spesialis penyakit dalam. Keluhan menopause berefek jangka pendek dan panjang,ujarnya.

"Masyarakat belum sepenuhnya sadar tentang keluhan menopause. Kesadaran sangat penting. Jika diabaikan, efek jangka panjangnya bisa demensia, alzheimer, osteoporosis dan jantung koroner," katanya.

Ketua PERMI Cabang Medan, dr Hj Suty Nasution SpOG (K) menuturkan, banyak wanita Indonesia memang tidak mengetahui keluhan menopause. Kondisi ini nyatanya membuat perubahan psikis, seperti sikap mudah tersinggung, suasana hati yang tidak menentu, pelupa dan sulit berkonsentrasi bahkan timbul rasa cemas sampai depresi.

"Tanpa disadari, menopause membuat wanita merasa mengalami perubahan pada dirinya, perannya pada keluarga dan masyarakat serta harapan dalam hidupnya," jelasnya didampingi Ketua Seminar dan Wakil Ketua Permi Cabang Medan, dr M Oky Prabudi MKed (OG) SpOG (K).

Namun, menopause tidak hanya terjadi pada wanita usia 40 tahunan ke atas. Keadaan ini bisa juga terjadi pada wanita usia reproduksi yakni usia dibawah 45 tahun yang disebut dengan menopause terinduksi. Menopause jenis ini terjadi karena efek dari operasi pengangkatan kedua indung telur, efek radiasi ataupun kemoterapi yang dialami wanita karena penyakit yang dideritanya.

"Setelah kurang lebih 30 tahun, indung telur berfungsi menghasilkan sel telur dan hormon steroid terutama estrogen dan progestron," pungkasnya.(jae9)


Komentar