Investasi SDM Untuk Hadapi Tantangan 2018

Redaksi: Jumat, 01 Desember 2017 | 23.07.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech mengenai kebijakan ekonomi makro 2018 pada acara Kompas 100 CEO Forum di Hotel Raffles, Jakarata pada Rabu (29/11). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9
Berbicara pada acara Kompas 100 CEO Forum, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menegaskan untuk menghadapi tantangan pada tahun 2018, diperlukan investasi pada sumber daya manusia. Investasi tersebut dilakukan melalui bidang pendidikan dan kesehatan. 

Disampaikannya, pentingnya media massa untuk membantu Pemerintah dalam mengawasi perkembangan belanja di bidang pendidikan.

"Harian Kompas itu salah satu kolom atau halaman yang favorit saya editorial sama halaman yang bicara tentang pendidikan dan kebudayaan," ujarnya di Hotel Raffles, pada Rabu (29/11).

Diinginkannya juga, informasi akan dana APBN semakin transparan sehingga apabila Kompas atau media massa lain melakukan liputan dan menemukan kondisi sekolah yang kurang baik, mereka bisa akses langsung informasi mengenai anggaran di lokasi tersebut. 

Dengan adanya bonus demografi, Pemerintah ingin akses pendidikan bagi anak usia sekolah terbuka seluas-luasnya.

"Presiden meminta kepada seluruh menteri agar fokus menggunakan APBN ini sebaik-baiknya se-efisien mungkin dan tetap komit kepada tata kelola yang baik dan tidak dikorupsi. Dengan demikian APBN ini akan menjadi instrumen yang dimiliki rakyat, bermanfaat buat masyarakat," jelasnya di acara yang bertemakan "Kebijakan Makro 2018 untuk Menjaga Pertumbuhan Berkualitas" ini.

Diyakinkannya, para CEO bahwa setiap satu Rupiah yang diambil, negara akan menghasilkan lebih dari Rp1 sehingga ekonomi akan makin lama makin tumbuh menjadi besar dan merata. 

Disampaikannya, bahwa kebijakan ekonomi Indonesia dikenal memiliki track record yang baik dan jika momentum pertumbuhan terus dijaga maka tahun depan Indonesia mampu mencapai target pertumbuhan yang diinginkan.

"Selamat tahun baru. Semoga CEO Indonesia memiliki optimisme yang makin besar sehingga ekonomi kita juga akan semakin memiliki momentum pemulihan yang makin baik," ucapnya menutup sambutannya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 







Komentar