Jelang HBKN, Harga Terkendali dan Pasokan Aman

Redaksi: Sabtu, 09 Desember 2017 | 09.01.00



YOGYAKARTA| HARIAN9
Kementerian Perdagangan bersinergi dengan Pemerintah Daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). 

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Perdagangan Jasa, Lasminingsih menghadiri Rapat Koordinasi (rakor) Kesiapan Bapok Menghadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 di Yogyakarta, pada Jumat (8/11). 

“Hasil pantauan kami menjunjukkan harga-harga bapok di Yogyakarta terkendali dan pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2017 dan Tahun Baru 2018. Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN,” kata Lasminingsih.

Dinilainya, Pemerintah tetap perlu menempuh tiga langkah antisipatif untuk menjaga kestabilan harga. 

Langkah-langkah tersebut adalah mengidentifikasi ketersediaan pasokan dan memantau harga secara nasional di masing-masing daerah; mengidentifikasi kesiapan instansi dan pelaku usaha untuk menghindari kekurangan stok atau gangguan distribusi; serta meningkatkan pengawasan barang beredar agar masyarakat terhindar dari barang kedaluwarsa, barang selundupan, serta barang impor yang tidak aman dikonsumsi atau digunakan.

“Pemerintah Pusat tetap melakukan koordinasi dengan Dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini untuk menjamin masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan khidmat, tenang, bahagia dan tetap tersenyum,” ungkapnya. 

Terkait bencana alam yang belum lama ini terjadi di beberapa daerah sekitar Yogyakarta, tercatat harga di pasar tetap stabil dan aman, hal tersebut dikarenakan kesigapan pihak-pihak terkait terutama Pemerintah Daerah, Satgas Pangan, dan pihak terkait lainnya dalam berkoordinasi sehingga ketersediaan barang masih mencukupi.

Berdasarkan hasil pemantauan per 7 Desember 2017, harga bapok di Yogyakarta relatif stabil. Tercatat untuk beras pada Rp.9.667/kg, gula Rp.12.333/kg, minyak goreng Rp.11.333/liter, kedelai impor Rp.9.000/kg.

Daging sapi (paha belakang) Rp.120.000/kg, daging ayam Rp.30.667/kg, cabe merah besar Rp.31.000/kg, bawang merah Rp.21.000/kg, telur ayam Rp.23.500/kg, cabe merah keriting Rp.31.000/kg, bawang putih Rp.18.000/kg dan cabe rawit merah Rp.16.667/kg.

Rakor hari ini di Yogyakarta merupakan bagian dari rangkaian rakor dalam menghadapi HBKN. Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memimpin rakor serupa di Pontianak, Kalimantan Barat pada Selasa, 21 November 2017 dan Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Tjahya Widayanti di Ambon, Maluku pada Senin, 27 November 2017.

Pada 11-17 Oktober 2017 lalu, Kemendag telah melakukan pemantauan awal harga dan pasokan ke Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, dan Sumatra Utara yang mayoritas penduduknya merayakan Natal.


Hasil pemantauan menunjukkan secara umum harga bapok di enam daerah ini relatif stabil. Pasokan beras, gula, dan minyak goreng di gudang BULOG Divre setempat cukup untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru. 

Selain itu, toko modern juga konsisten menerapkan HET gula Rp.12.500/kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp.11.000/liter, dan daging beku Rp.80.000/kg. Sebagian toko modern juga sudah menerapkan HET beras.

Patuhi HET Beras dan Pendaftaran Distribusi Bapok

Dalam rakor, Lasminingsih menyampaikan agar seluruh instansi dapat bersama-sama memperlancar kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) beras untuk pasar rakyat, toko modern, dan tempat penjualan eceran lainnya, sesuai dengan Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras, yang berlaku sejak 1 September 2017.

Dalam Permendag ini, harga beras di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diatur sebesar Rp.9.450/kg untuk beras medium, dan Rp.12.800/kg untuk beras premium. 

Sementara itu, beras yang masuk ke dalam kategori beras khusus akan diatur oleh Kementerian Pertanian. 

Beras medium adalah beras dengan derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, dan butir patah maksimal 25 persen. Beras premium adalah beras dengan derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, dan butir patah maksimal 15 persen.

“Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis sebanyak kali oleh pejabat penerbit,” katanya menegaskan.

Disampaikannya, agar pelaku distribusi bapok di Yogyakarta yang belum mendaftarkan diri sebagai distributor untuk segera mendaftarkan diri dan secara rutin melaporkan data terkait pasokan dan penyaluran bapok sesuai dengan Permendag Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Distribusi Barang Kebutuhan Pokok.

“Pendaftaran tidak dikenakan biaya dan dilakukan secara online. Bukan hanya distributor, tapi juga subdistributor dan agen,” tambahnya. 

Dalam kesempatan ini Lasminingsih juga mengapresiasi para pelaku distribusi yang sudah mendaftarkan diri sehingga membantu pendataan dalam rangka menjaga stabilitas harga dan pasokan.

Selain melaksanakan rakor, Lasminingsih juga meninjau Pasar Beringharjo dan ritel modern lokal dan berjejaring di Yogyakarta. Dalam pantauan tersebut, diketahui harga dan pasokan di Pasar Beringharjo cukup stabil. Sementara itu, di ritel modern lokal ditemukan komoditas yang dijual di bawah HET. (rel/03)
Editor: Madan H Siregar 


Komentar