Dandim 0824 Hadiri Rakor dan Buka Posko Siaga Darurat Bencana

Redaksi: Selasa, 05 Desember 2017 | 05.53.00




JEMBER| HARIAN9
Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menggelar Rapat Koordinasi Posko Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor dan Puting Beliung di Kabupaten Jember. Kegiatan itu dilaksanakan di Halaman  Kantor BPBD Jember, dihadiri oleh Dandim 0824 Letkol Inf Rudianto, Senin (04/12/2017) dimulai Pukul 10.00 Wib 

Ketua BPBD Jember Widi Prasetyo saat memberikan sambutan awal menyatakan bahwa dibentuknya Posko Siaga Darurat Bencana ini berdasar pada Keputusan Bupati  Nomor: 800/2299/416/2017 tanggal 01/11/2017 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Tanah Longsor dan Puting Beliung di Kabupaten Jember.

Dikatakannya, dibentuknya Posko Siaga Darurat Bencana ini dimaksudkan agar semua bidang memiliki kesiapsiagaan dalam penanggulangan bencana yang mungkin timbul di wilayah Kabupaten Jember.

"Perlu diketahui bersama bahwa curah hujan Nopember, Desember 2017 dan Januari 2018 nanti cukup tinggi. Sehingga potensi dan kerawanan terjadinya bencana relatif tinggi di wilayah Kabupaten Jember. Sesuai bidang tugas dan fungsi kita dituntut untuk meningkatkan tensi kesiapsiagaan melalui dibentuknya Posko Siaga Darurat Bencana ini," ucapnya.

Disebutkannya,  pasca Posko ini dibuka  Dandim 0824 Letkol Inf Rudianto, maka  jadwal piket posko mulai berjalan. Tentunya mengharapkan masing-masing bidang dan seksi untuk menyesuaikan waktunya dan jangan sampai posko ini kosong, baik saat siang maupun malam hari.

Sementara itu, Komandan Kodim 0824 Jember letkol Inf Rudainto saat membuka acara, menekankan beberapa hal terkait tugas penanggulangan bencana. Kepada 100 orang peserta yang hadir disampaikannya antara lain,  petugas penanggulangan harus memiliki kesiapan fisik dan mental, selanjutnya memiliki kemampuan dan wawasan tentang penenggulangan bencana. Sehingga perlu adanya latihan-latihan untuk mempertajam kemampuan tersebut.

"Petugas penanggulangan harus didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai, harus didukung oleh alat komunikasi yang cukup. Jangan lupa sebagai umat beragama jangan sampai putus hubungan kita kepada Allah Yang Maha Kuasa. Apapun agama kita dalam penanggulangan kita harus tetap beribadah dan berdoa agar Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan kelancaran pada tugas kita tersebut," ucapnya.

Disebutkannya, menyadari beberapa minggu yang lalu, warga  telah diuji untuk melaksanakan tindakan tanggap darurat dengan mengadakan evakuasi korban dan korban meninggal bencana tanah longsor di Desa Jambesari Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember.

Usai memberikan arahannya Letkol Inf Rudianto secara resmi menyatakan pembukaan Posko Siaga Darurat Bencana BPBD Kab Jember dengan gelar kesiapan seluruh kekuatan sarana prasarana yang dimiliki oleh  BPBD Jember. (sis24)


Komentar