Kadis SI: Jangan Ada Tebang Pilih Siapapun Pelanggaran Hukum Jinayat

Redaksi: Kamis, 07 Desember 2017 | 19.25.00

Salah seorang terdakwa Maisir ketika di eksekusi beberapa kali cambukan di punggung oleh Algojo dari Dinas Syariat Islam. (Foto: Jasmani)


ACEH TAMIANG| HARIAN9
Sebanyak 30 orang terdakwa Uqubat telah dieksekusi hukuman cambuk di depan umum, atas putusan inkrah pengadilan Mahkamah Syariah Kabupaten Aceh Tamiang, terkait pelanggaran Hukum Acara Jinayat No 06 Tahun 2014 Qanun Aceh, pelanggaran pada pasal 16,18, 19 dan pasal 20 tentang Maisir (Judi-red).

Pelaksanaan uqubat jinayat terhadap 30 orang terdakwa hukuman cambuk dengan bervariasi jumlah cambukan, diantaranya paling ringan sebanyak 7 kali dan paling berat hukuman sejumlah 27 kali cambukan dipunggung, acara dilaksanakan di halaman parkir depan Islamic Center Kabupaten Aceh Tamiang, serta disaksikan oleh para pejabat setempat dan masyarakat Aceh Tamiang, Rabu (06/12/17).

Salah seorang terdakwa yang tidak bersedia disebutkan identitasnya kepada Harian9 mengatakan.

"Saya harus menerima dengan ikhlas atas hukuman cambuk yang telah dijatuhi oleh pengadilan mahkamah syariah kepada saya menyatakan telah melanggar hukum acara jinayat Maisir," ucapnya.

Dikatakannya, Namun satu sisi saya menyesalkan kenapa saya beserta teman-teman saya yang telah di jatuhi hukum cambuk, kendati ketika tertangkap kami hanya sedang bermain batu dam, dengan peraturan permainan yang kalah hanya membayar kopi ketika bermain. 

"Namun kenapa para pejabat yang diduga pernah tertangkap sebelumnya nyaris hilang begitu saja tanpa ada proses hukum, apalagi tidak sekalipun tersentuh rajaman rotan di punggung mereka, seperti kami yang telah merasakan rajaman perih beberapa kali di punggung," ujarnya.

"Kami rakyat kecil hanya memohon agar hukum benar-benar adil ditegakkan kepada siapa saja, tidak pandang bulu atau kebal dari hukum, jangan hanya dirasa cenderung tajam dan runcing ke bawah namun tumpul ke atas," tandasnya.

Pada hari yang sama setelah selesai pelaksanaan hukuman cambuk, para wartawan yang tergabung dalam wadah Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI), melakukan konfirmasi kepada Saiful Umar. SAg Kadis Syariat Islam Kabupaten Aceh Tamiang.

"Pelaksanaan hukuman cambuk pada hari ini adalah pelaksanaan terakhir pada triwulan ke-Empat eksekusi uqubat cambuk di tahun 2017, dengan berakhirnya hukuman cambuk hari ini sedikit lega karena perbandingan dari tahun sebelumnya menurun hingga 27 persen," jelas Umar.

Ditambahkannya, Pada tahun lalu sekitar 102 orang terdakwa yang menjalani hukuman dan pada tahun 2017 ini sebanyak 82 orang terdakwa dalam berbagai pelanggaran Qanun Aceh. Indikatornya pada tahun ini Dinas Syariat Islam bersama Satpol-PP dan WH sering melakukan sosialisasi tentang isi Qanun No 06 Tahun 2014 dan pelanggaran Qanun Qanun lainnya.

"Siapa saja pelanggaran hukum jinayat tetap dihukum dan jangan ada tebang pilih, cuma pada hari ini yang memegang kendali tentang masalah hukum ini tidak hanya satu instansi saja, didalamnya ada Polisi, Kejaksaan Negeri, Satpol-PP dan WH, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat dan orang-orang tertentu lainnya, sementara tugas Syariat Islam hanya menjembatani hasil keputusan yang telah inkrah oleh Mahkamah Syariah," tandasnya. (Jas9)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar