Kak Seto Hibur Anak Pengungsi Gunung Agung

Redaksi: Sabtu, 02 Desember 2017 | 00.28.00

Kak Seto memberi motivasi dan meminta anak-anak tetap rajin belajar meskipun saat ini sedang terjadi bencana alam. (Foto: kemensos)


BALI| HARIAN9 
Kementerian Sosial menghadirkan Kak Seto guna menghibur anak-anak pengungsi erupsi Gunung Agung, di GOR Swecapura, Kabupaten Klungkung, Bali, Kamis (30/11).

Kedatangan Kak Seto disambut antusias oleh anak-anak di GOR Swecapura. Di dalam tenda, Kak Seto mengajak anak-anak bermain dan bernyanyi.

Kegiatan ini sebagai upaya memberikan hiburan bagi anak-anak pengungsi. Dalam pesannya, Kak Seto memberi motivasi dan meminta anak-anak tetap rajin belajar meskipun saat ini sedang terjadi bencana alam.

"Hal inilah yang dibutuhkan anak-anak. Mereka harus terus beraktivitas sehingga tidak terjebak pada rasa bosan dan traumatis akibat bencana," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Perlindungan Korban Bencana Alam, Margowiyono mengatakan anak-anak di posko pengungsian rentan alami trauma, sehingga membutuhkan perhatian khusus. 

Oleh karena itu, Kementerian Sosial sengaja mendatangkan Kak Seto dan Kak Henny untuk menghibur mereka.

"Ini bagian dari layanan dukungan psikososial yang diberikan Kementerian Sosial. Khususnya kepada mereka yang masuk kategori kelompok rentan," ujarnya.

LDP merupakan layanan sosial dasar kepada korban bencana yang menghadapi gangguan agar mampu keluar dari trauma dan dapat hidup wajar.

Di lapangan, tambah Margo, tugas tim LDP tak hanya memberikan trauma healing kepada anak-anak, tetapi juga pada orang dewasa serta kelompok rentan seperti kaum lansia, kaum difabel, dan ibu hamil.

"LDP ini akan terus dilakukan oleh Tim lokal yang ada di sini sepanjang masih ada pengungsi", pungkasnya.

Sementara itu, di lokasi pengungsian Kabupaten Bangli, para relawan dari berbagai organisasi turut serta dalam memberikan layanan dukungan psikososial bersama Kementerian Sosial.

Ada yang menggambar bersama anak-anak, memberikan pelatihan menulis, mengajarkan bahasa inggris, merias diri, dan berbagai aktivitas lainnya.

Yang menarik adalah Noldi, relawan asal Ambon yang memberikan layanan cukur rambut gratis bagi anak-anak pengungsi.

"Saya senang bisa memberikan layanan cukur rambut untuk anak-anak pengungsi agar mereka bisa tetap tampil rapi", ujarnya.

Seusai memberikan LDP kepada anak-anak, Kak Seto memberikan pelatihan singkat kepada petugas LDP Kementerian Sosial dan petugas LDP lokal. (kemensos/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar