Kemensos RI Diminta Evaluasi Perbankan Sebagai Mitra Penyaluran Bansos PKH di Paluta

Redaksi: Minggu, 03 Desember 2017 | 22.45.00

Penyaluran PKH  di Kabupaten Paluta dilaksanakan hingga malam di agen Bank Mandiri desa Sihopuk Kecamatan Halongonan, Rabu (29/11). (Foto: Riswandy)

PALUTA| HARIAN9
Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) agar mengevaluasi dan mengkaji ulang pihak Perbankan khususny PT Bank Mandiri sebagai mitra Penyaluran Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) yang sejatinya diperuntukkan bagi warga kurang mampu, namun dalam penyalurannya dinilai amburadul dan bertele-tele serta tidak sesuai standar operasional prosedur pelayanan yang ditetapkan.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua UKM LSM Aliansi Penyelamatan Indonesia Kabupaten Paluta Ginda Nugaraha Parlaungan Harahap, Sabtu (2/12) terkait banyaknya keluhan warga masyarakat kurang mampu atas pelayanan PT Bank Mandiri dalam menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) non tunai melalui program PKH.

Menurutnya, ada sebanyak 4366 Kepala Keluarga (KK) peserta KPM bantuan PKH di Kabupaten Paluta yang di bagi dalam 9 titik penyaluran umumnya berlangsung hingga sore hari dan bahkan di beberapa agen-agen Bank Mandiri pelaksanaan penyaluran Bansos  tersebut sampai berlangsung hingga malam hari

“Bansos non tunai program PKH, penyalurannya dipercayakan kepada pihak PT Bank Mandiri. Namun sejumlah masyarakat menilai penyaluran Bansos program PKH Kabupaten Paluta tahap 4 tahun 2017 oleh pihak PT Bank Mandiri di beberapa titik lokasi yang tersebar di 9 Kecamatan terkesan bertele tele dan tidak memperhatikan pelayanan yang memprioritaskan kenyamanan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM),“ katanya.

Seperti halnya penyaluran bantuan PKH oleh agen PT Bank Mandiri di desa Sihopuk Kecamatan Halongonan yang lokasinya terkesan tidak realistis dan puluhan peserta  KPM dari beberapa desa di Kecamatan Halongonan yakni Desa Hiteurat, Pangirkiran dan Pangarambangan serta desa-desa sekitarnya harus menempuh perjalanan kurang lebih 1,5 jam menuju lokasi agen Bank Mandiri di desa Sihopuk yang terletak di dekat perbatasan Kabupaten Paluta dan Kabupaten Labuhan Batu Selatan.

Di samping itu penyalurannya juga di nilai buruk dan terkesan bertele-tele, yang menyebabkan para KPM yang di dominasi orang tua tersebut harus menunggu giliran hingga pada malam hari. 

Selain itu, pelayanan yang dilakukan oleh petugas dan panitia dari pihak Bank Mandiri dinilai asal-asalan melihat kondisi dilapangan yang terjadi sebagian KPM harus rela berdiri dan basah kuyup ditengah cuaca hujan deras yang di karenakan kursi yang disediakan oleh panitia dari agen Bank Mandiri di desa Sihopuk hanya sekitar 40 buah dari 363 KPM yang datang ke lokasi.

Mirisnya lagi kata Ginda, agen Bank mandiri di desa Sihopuk tersebut hanya menyediakan satu buah tenda teratak itupun tidak layak pakai tendanya koyak, sehingga air hujan bocor dan membasahi KPM yang sedang mengantri.

“Akibatnya KPM yang menunggu antrian dengan memakan waktu lamban tersebut harus mengeluarkan biaya pengeluaran tambahan. Terlepas dari fakta tersebut, otomatis  biaya transportasi (ongkos angkutan bus umum) para KPM harus rela merogoh kantongnya untuk mencapai lokasi tersebut, padahal harapan pemerintah, melalui cara  penyaluran non tunai ini akan mampu memenuhi prinsif ketepatan sasaran, tepat jumlah, tepat waktu dan tepat administrative,“ kata Ginda.

Terpisah, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Paluta Hasbullah Harahap S.Sos melalui Koordinator PKH Kabupaten Paluta Irdan Hidayat Harahap mengatakan, jumlah KPM  di Kabupaten Paluta pada PKH dari Kemensos RI berjumlah 4366 KK dan penyalurannya terbagi pada 9 Kecamatan dari 12 Kecamatan di Kabupaten Paluta dan berlangsung selama 5 hari (24 s/d 29 November 2017).

Daerah tempat lokasi penyaluran program PKH yakni, Desa Rondaman Dolok Kecamatan Portibi, Desa Sihopuk Kecamatan Halongonan, Kelurahan Pasar Gunungtua Kecamatan Padang Bolak, Agen Bank Mandiri di Kecamatan Simangambat, Agen Bank Mandiri Kecamatan Padang bolak Julu, Agen Bank Mandiri Kecamatan Hulu Sihapas, Agen Bank Mandiri Kecamatan Dolok Sigompulon, Agen Bank Mandiri Kecamatan Batang Onang dan Agen Bank Mandiri di Kecamatan Dolok.

“Penyebab lambannya proses perealisasian PKH tersebut dikarenakan minimnya mesin EDC (penggesek ATM) pada agen-agen Bank Mandiri penyaluran non tunai PKH Paluta tahap 4 tahun 2017 untuk melayani para KPM di masing masing lokasi dan keluhan masyarakat ini akan kita tindaklanjuti dan kita sampaikan ke Kemensos,“ tuturnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 












Komentar