Kepergok Saat Beraksi, Maling Nyaris Tewas Digebuki Warga

Redaksi: Jumat, 08 Desember 2017 | 23.53.00

Inisial BP sedang mendapatkan rawatan medis di RSUD Kabupaten Aceh Tamiang, setelah berhasil diselamatkan oleh perugas Polsek Kecamatan Bendahara dari amukan pengeroyokan massa. (Foto: Jasmani)


ACEH TAMIANG| HARIAN9
Seorang buruh bangunan berinisial BP (33), warga Kampung Alur Selalas Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, nyaris tewas digebuki massa saat sedang mencoba mencuri, dengan cara melakukan pengrusakan rumah salah satu warga Kampung Upah, Kamis (07/12/17) Pukul 24.000 WIB, Malam.

"Peristiwa tersebut terjadi ketika inisial BP dipergoki salah seorang warga, sedang mencongkel jendela rumah milik korban Wan Syahrial (45), tepatnya di Dusun Perdagangan Kampung Upah kecamatan Bendahara Kabupaten Aceh Tamiang", ujar Kapolsek Bendahara IPTU Tavip Priawen, SH, melalui Kasubbag Humas Polres Aceh Tamiang IPTU Henok Simanjuntak, ketika Harian9 berada di RSUD Aceh Tamiang menghubunginya melalui telepon selular.

Ditambahkannya, Pada malam kejadian, rumah Wan Syahrial dalam keadaan kosong karena sedang berjualan, dan pada saat itu kebetulan Maulana Zikri bertetangga dengan Wan Syahrial, melihat seseorang sedang mencongkel jerjak jendela rumah milik Wan Syahrial.

Kemudian, Maula zikri menghampiri orang yang sedang mencongkel-congkel jendela rumahnya Wan Syahrial dan bermaksud menanyakan kepada pelaku, siapa dan apa maksudnya melakukan pencongkelan rumah milik tetangganya.

"Namun tanpa basa basi pelaku langsung melayangkan tinju ke wajah Maula zikri, sehingga terjadi perkelahian dan Maula zikri langsung meneriaki maling yang pada akhirnya massa berdatangan ke tempat kejadian," jelasnya.

Karena mengetahui massa pada berdatangan sehingga BP langsung melarikan diri, namun dapat di kejar oleh massa kemudian BP langsung dihajar ditempat oleh massa, mengakibatkan BP mengalami luka memar dan luka sobek di bagian kepala, untungnya tidak lama kemudian anggota polisi Polsek Kecamatan Bendahara tiba di Tempat Kejadian dan berhasil menyelamatkan BP dari amukan pengeroyokan massa.

"Dari peristiwa tersebut, Wan Syahrial dalam laporannya di Polsek Berdahara, mengalami kerugian sekitar Rp.500. 000, dikarenakan terali dan jendela milik Wan Syahrial telah rusak akibat pencongkelan paksa oleh pelaku," papar Henok. (Jas9)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar