Kualitas Penggunaan Anggaran Lebih Penting Dari Sekedar Penyerapan

Redaksi: Selasa, 05 Desember 2017 | 01.29.00

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menjadi pembicara dalam acara Educational Conference IndonesiaX di ruang Mercantile Club. Gedung WTC 2, Jakarta (04/12). (Foto: kemenkeu)               

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan pentingnya kualitas penggunaan anggaran daripada penyerapan anggaran. 

Dicontohkannya, persentase anggaran pendidikan yang dialokasikan Indonesia dan Vietnam sama yaitu sebesar 20 persen dari Belanja Negara, namun kualitas pendidikan Indonesia masih kalah jauh dari Vietnam.

“Persoalan Indonesia adalah sekarang lebih pelik dari sekedear mengalokasikan anggaran. Pendidikan, kita mengalokasikan twenty percent of our budget untuk education. (Tapi) Vietnam yang membelanjakan the same  twenty percent of their budget untuk education hasilnya jauh lebih impressive.  Vietnam PISA (The Programme for International Student Assessments) score-nya untuk tiga saja kategori, reading, math, dan science. Tiga kategori Republik Indonesia ada di rangking 67-68, Vietnam di rangking 8 di dunia. The same twenty percent of the budget different result,” jelasnya pada acara Educational Conference IndonesiaX dengan tema “Indonesian Economy Getting Ready for Demographic Bonus di ruang Mercantile Club. Gedung WTC 2, Jakarta, Senin (04/12).

“So we really have to be very careful,  jangan hanya bicara tentang berapa jumlah anggaran untuk sektor saya, but we really have to think about kenapa kita tidak mencapai hasil yang sama baiknya dari negara-negara lain," tegasnya.

Diharapkannya, peranan masyarakat, khususnya para pemuda (generasi millennial) untuk terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia. Diapresiasinya juga mengapresiasi pihak IndonesiaX dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pembelajaran online.

“Kalau IndonesiaX sekarang mencoba untuk memperbaiki kemampuan dari sektor pendidikan untuk menghasilkan hasil yang lebih baik, tentu saya sangat berterima kasih. Karena ada berbagai inisitaif tidak hanya sekedar bagaimana kita membelanjakan uang tetapi bagaimana dia menghasilkan menjadi penting,” katanya.

Edukasi secara online berbasis teknologi sangat berkembang saat ini. Hal ini sesuai prediksi dari beberapa penelitian ilmiah sehingga dunia pendidikan di Indonesia harus mempersiapkan diri terhadap perubahan-perubahan tersebut.

“Beberapa study….(misalnya) proyeksi dari Harvard Study bahwa in the next decade, semua colleague ..community colleague di Amerika barangkali akan tutup. Karena no longer (students) have to go the community colleague kalau kualitasnya jelek karena saya sekarang bisa langsung masuk online course-nya dari Harvard, dari MIT atau dari university yang bagus menggunakan massive online. So the future of education is really changing,” jelasnya.

Menutup pidatonya, dijelaskannya, bahwa saat ini Indonesia tengah fokus pada investasi pembangunan Sumber Daya Manusia dan Infrastruktur, yang harus dibelanjakan dengan efektif.

“Indonesia memiliki potensi yang luar biasa sampai tahun 2045 pada saat kita celebrating 100 tahun Republik Indonesia Merdeka. Dan untuk mencapai potensi yang besar ini kita perlu invest hari ini. Dan didalam investasi hari ini, tidak hanya bicara tentang berapa jumlah uang dibelanjakan tapi how we use those resources untuk bisa menghasilkan. Apakah itu berhubungan dengan human capital, apakah itu berhubungan dengan infrastruktur, apakah itu berhubungan dengan institusi dan tata kelola,” tutupnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 



                                                                              







  




Komentar