Mendag Resmikan INACHAM di Hong Kong: Dorong Ekspor ke China dan Tarik Investasi ke Indonesia

Redaksi: Minggu, 03 Desember 2017 | 19.03.00



HONG KONG| HARIAN9
Kerja keras untuk meningkatkan kinerja ekspor dan menarik investasi terus dilakukan Indonesia. Kali ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita meresmikan Indonesia Chamber of Commerce (INACHAM) di Hong Kong, Kamis (30/11). 

Peresmian ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Daerah Administrasi Khusus China ini pada bulan Mei 2017.

Pembentukan INACHAM Hong Kong ini difasilitasi penuh oleh Konsulat Jenderal RI di Hong Kong dan Utusan Khusus Presiden RI untuk RRT dan Hong Kong Dato Sri A. Tahir, serta KADIN Indonesia.

“Kita sedikit tertinggal dari negara lain untuk membentuk Kamar Dagang di Hong Kong. Minat pelaku usaha Hong Kong kini sangat besar untuk menjadikan Indonesia sebagai mitra bisnisnya. Untuk itulah, pembentukan INACHAM ini disambut dengan sangat antusias,” jelas Enggar.

Peresmian INACHAM di Hong Kong ini dihadiri oleh Konsul Jenderal RI di Hong Kong Tri Tharyat, Utusan Khusus Presiden Dato Sri Tahir, Financial Secretary of Hong Kong SAR Paul Chan Mo-Po, Commissioner of the Ministry of Foreign Affairs of the People’s Republic of China in Hong Kong Xie Feng, Ketua KADIN Indonesia Rosan P. Roeslani, Chairman of the Chinese General Chamber of Commerce in Hong Kong Jonathan Choi, serta lebih dari 350 peserta dari dunia usaha yang umumnya berkedudukan di Hong Kong.

Pembentukan INACHAM ini dirintis sejak dua tahun lalu dan mendapatkan momentum saat kunjungan kerja Presiden Joko Widodo pada bulan Mei lalu. Pembentukan INACHAM di penghujung bulan November ini juga merupakan tanggapan cepat dari berbagai kalangan setelah ditandatanganinya Perjanjian Perdagangan Bebas dan Perjanjian Investasi antara ASEAN dan Hong Kong di sela-sela KTT ASEAN di Manila, Filipina pada pertengahan November 2017.

Pelaku usaha Hong Kong maupun pebisnis Indonesia yang sudah memiliki basis usahanya di Hong Kong kini semakin membidik Indonesia sebagai mitra dagang dan investasi jangka panjang. 

Hal ini didorong oleh fakta bahwa Indonesia merupakan “critical mass” di ASEAN yang mulai memainkan kembali peran kepemimpinannya, sementara perekonomian China dan Jepang cenderung menghadapi moderasi pertumbuhan karena berbagai faktor.

Bila Indonesia memandang Hong Kong sebagai pintu untuk memasuki pasar China lebih dalam lagi dan menarik investasi lebih besar ke Indonesia, pelaku usaha Hong Kong memandang Indonesia sebagai “business hub” ke dan di kawasan ASEAN dan mitra Free Trade Agreement (FTA) ASEAN lainnya seperti Australia, India, Jepang, Korea Selatan, China, dan Selandia Baru.
“Konsep ‘regional networking’ melalui Hong Kong sangat menarik untuk dikembangkan Indonesia.

"Ini dikarenakan Hong Kong memiliki hubungan khusus dengan China yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong ekspor Indonesia ke China. Selain itu, sebagai salah satu pusat keuangan dunia, Indonesia juga dapat menjadikan Hong Kong sebagai pusat regional promosi investasi untuk memfasilitasi masuknya investasi baru ke Indonesia,” ungkap Enggar.

Diharapkannya, agar INACHAM yang berkantor di lt.11, Nanyang Plaza, 57 Hung-To Road, Kwun Tong, Kowloon, Hong Kong ini dapat segera beroperasi secara efektif. 

Hal ini mengingat persaingan dagang dan investasi antarnegara kini semakin ketat di tengah perekonomian dunia yang diperkirakan masih tumbuh moderat di tahun-tahun mendatang.

Saat ini kedudukan President of INCHAM-Hong Kong dijabat-rangkap oleh President of INACHAM di Beijing James Hartono, sementara jabatan Chairman of INACHAM-Hong Kong dipegang oleh Tjia Boen Sien, pebisnis Indonesia yang memiliki hubungan bisnis dengan Hong Kong sejak 30 tahun lalu.

Sekilas Hubungan Ekonomi Indonesia-Hong Kong

Hong Kong menduduki negara tujuan ekspor nonmigas ke-15 terbesar bagi Indonesia untuk tahun 2016. Perdagangan Indonesia-Hong Kong tahun 2016 mencapai USD.3,91 miliar dengan surplus sebesar USD.371 juta bagi Indonesia. 

Ekspor Indonesia ke Hong Kong tahun 2016 sebesar USD.2,14 miliar dan impor sebesar USD.1,77 miliar.

Adapun 5 komoditas utama ekspor Indonesia ke Hong Kong untuk tahun 2016 adalah coal; briquettes (USD.466,3 juta); articles of jewellery and parts thereof (USD.426,3 juta); electrical capacitors (USD.114,3 juta); gold (USD.64 juta); elect. app. for line telephony (USD .55,6 juta).

Sementara itu 5 komoditas utama impor Indonesia dari Hong Kong tahun 2016 adalah gold, including gold plated with platinum (USD 123.9 juta); knitted or crocheted fabrics (USD.116,7 juta); woven fabrics of cotton (USD.103,7 juta); other knitted or crocheted fabrics (USD.71,8 juta); serta parts suitable for use solely (USD.47,3 juta).

Pada tahun 2016, Hong Kong tercatat sebagai mitra investor ke-4 terbesar di Indonesia dengan nilai investasi mencapai USD.2,6 miliar dan jumlah proyek sebanyak 1.137.

Indonesia juga tercatat memiliki kerja sama ekonomi dengan Hong Kong dalam kerangka ASEAN Hong Kong FTA (AHKFTA) dan ASEAN-Hong Kong Investment Agreement (AHKIA) yang telah ditandangani pada November 2017. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar









Komentar