Menkeu: Follow Akun @Smindrawati dan @Kemenkeuri

Redaksi: Jumat, 22 Desember 2017 | 03.06.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan arahannya kepada Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kemenkeu dalam acara Orientasi Pegawai Baru CPNS Kemenkeu di Sentul International Ceonvention Center (SICC), Bogor (20/12). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati meminta kepada 6.670 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk  mengikuti akun media sosialnya @smindrawati dan akun media sosial @KemenkeuRI.

"Saya minta pegawai baru dari media sosialnya Kementerian Keuangan, ada @smindrawati, sama @kemenkeuRI, dua-duanya kalian follow," katanya dalam kegiatan Orientasi Pegawai Baru CPNS Kemenkeu: Rekrutmen Umum Tahun Anggaran 2017 dan Rekrutmen Lulusan Politeknik Keuangan Negara STA di Sentul International Ceonvention Center (SICC), Bogor, Rabu (20/12).

Dijelaskannya, permintaanya ini bukan sebagai aksi menunjukan sisi narsis dari para pejabat Kemenkeu, melainkan adanya informasi berharga yang bisa diperoleh oleh para CPNS baru Kemenkeu.

"Bukan kita narsis, tapi di situ ada informasi yang banyak untuk kalian, belajar setiap hari, itu dipakai untuk perbaiki kualitas kalian, kualitas bekerja, bisa saling mengisi, bekerja bersama, dan sekarang eranya semakin digital," tambahnya.

Ditambahkannya, CPNS yang direkrut pada tahun anggaran 2017 ini merupakan para generasi milenials yang aktif dalam dunia digital.

"Artinya apa? Milenial itu kelompok sering menggunakan teknologi, kalian kreatif, kalian confident, kalian konektif katanya, lakukan itu di dalam pekerjaan anda, kalian semua ahli di bidang media sosial," ungkapnya.

Menkeu juga meminta kepada 6.670 CPNS Kemenkeu untuk tidak segan membela institusinya di media sosial dari serangan-serangan informasi bohong (hoax), informasi fitnah, hingga ujaran kebencian.

"Kalau kalian ada di medsos, jangan segan membela Kemenkeu, karena sekarang banyak fitnah, menyebar kebencian, kalian menjaga kesatuan, perbedaan, kalau aktif jadilah suara positif termasuk meningkatkan dan meningkatkan martabat institusi kita, jangan mencaci dan menghina, lakukan koreksi dengan bahasa yang baik, tapi jangan menyerah dan kompromi dengan orang yang ingin rusak negara ini," pungkasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar






Komentar