Misi Dagang Chile: Kemendag Luncuran Bus Turistik Indonesia dan Gelar Forum Bisnis

Redaksi: Rabu, 20 Desember 2017 | 01.49.00



SANTIAGO| HARIAN9
Indonesia dengan Chile telah memasuki era baru hubungan perdagangan bilateral lewat penandatanganan Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA). 

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memanfaatkan momen ini dengan mempromosikan Indonesia. Salah satunya dengan meluncurkan Bus Turistik dengan desain khusus Indonesia untuk tur keliling kota Santiago, Chile.

“Bus khusus untuk Tur kota Santiago akan menjadi media promosi bagi wisata dalam negeri, sekaligus promosi perdagangan dan investasi Indonesia,” katanya.

Bus Turistik adalah bus tur keliling yang menawarkan kesempatan mengeksplorasi kota Santiago bagi para wisatawan dengan cara yang fleksibel dan menyenangkan. 

“Dengan warna-warni dan desain khusus Indonesia, akan lebih banyak wisatawan, terutama dari Amerika Latin yang mendapatkan persepsi positif tentang Indonesia. Ini dapat meningkatkan citra Indonesia dan akses pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Chile merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbaik di wilayahnya dengan lokasi strategis dan garis pantai terpanjang. Hal ini menjadikan Chile sebagai hub yang tepat bagi produkproduk Indonesia dalam mengakses pasar Amerika Latin, terutama melalui pelabuhan Valparaiso.

Pelabuhan Valparaiso merupakan pelabuhan strategis yang sedang melakukan perbaikan sarana dan peningkatan kapasitas. 

“Ini juga merupakan peluang yang dapat dimanfaatkan,” imbuhnya.

Peluang lainnya adalah melalui perusahaan susu terbesar di Chile Cooperativa Agricola y Lechera de La Union Ltda (Colun), melalui investasi langsung di Indonesia. 

“Colun berminat memasarkan produknya di Indonesia. Saya tawarkan untuk investasi di Indonesia agar perdagangan Indonesia
ke Chile diharapkan dapat meningkat,” lanjutnya.

Penandatanganan kerja sama IC-CEPA menjadi jembatan dan mendekatkan Indonesia dengan perekonomian yang selama ini dianggap kurang potensial dan memiliki biaya logistik tinggi.

“Dengan adanya akses pasar yang lebih baik, perdagangan kedua negara akan meningkat,” tegas Enggar.

Potensi Transaksi USD.735 Ribu

Dalam rangkaian misi dagang ke Chile, Kemendag bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Santiago, Chile, Indonesia Trade Promotion Center Santiago, Direcon, Kementerian Luar Negeri Chile, SOFOFA menyelenggarakan Forum Bisnis dengan tema “Strengthening Indonesia – Chile Bilateral Trade Relations”.


“Potensi transaksi yang diperoleh para pengusaha Indonesia dalam misi dagang ini mencapai sebesar USD.735.000,” jelas Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Kemendag, Arlinda

Acara ini dihadiri sekitar 150 peserta dari instansi terkait seperti Kementerian Luar Negeri Chile, Kementerian Ekonomi dan Pariwisata Chile, Bea Cukai Chile, KADIN Asia Pasifik, KADIN Santiago, Asosiasi Dunia Usaha, Pengusaha dan Importir Chile, Prochile, Atase Perdagangan Negara ASEAN, dan para Duta Besar dari negara-negara ASEAN untuk Chile.

Misi Dagang ke Chile memboyong tujuh delegasi bisnis Indonesia, yakni Gabungan Asosiasi Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Asosiasi Produsen Bio Diesel Indonesia (APROBI), PT Wilmar International, CV. Home Fashion, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), PT Sentra Surya Ekajaya dan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP KS).

Ketujuh pelaku usaha ini melakukan one-on-one business matching dengan 37 perusahaan Chile dari sektor minyak kelapa sawit dan turunannya, furnitur & dekorasi rumah, jasa keuangan dan peralatan militer. 

Selain one-on-one business matching, para pelaku usaha yang bergerak dalam bidang sawit dan turunannya juga melakukan kunjungan ke produsen makanan ringan, Carozzi, yang merupakan salah satu produsen makanan ringan terbesar di wilayah Amerika Latin yang
berdiri sejak 1898.

“Hal lain yang dibahas dalam misi dagang ini adalah peluang dan tantangan pasca IC-CEPA dengan para importir Chile agar dapat dimanfaatkan dengan baik oleh para pelaku usaha,” pungkas Arlinda. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar