Parlindungan Siregar Dibunuh Dilatarbelakangi Dendam

Redaksi: Jumat, 01 Desember 2017 | 13.47.00

Tersangka RH sedang melayangkan tebasan golok ke tubuh korban yang sudah tidak berdaya, mengakibatkan korban tewas ditempat, pada adegan reka ulang yang berlangsung di halaman Mapolres Tapsel, Selasa (28/11). (Foto: Riswandy)

TAPSEL| HARIAN9
Dilatarbelakangi rasa dendam, Parlindungan Siregar (30) warga Dusun Aek Sulum, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) tewas dibantai tersangka RH (25) warga Kota Padangsidimpuan.

Korban yang juga memiliki usaha café  kafe di seputaran Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Sipirok-Tarutung KM 22, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel ditemukan tewas dirumahnya dengan puluhan luka bacokan. Sementara istri korban  Helmi Dayati Harahap (25) dalam kondisi kritis akibat luka bacok yang dilakukan tersangka.

Hal itu terungkap dalam reka ulang pembunuhan berencana yang dilakukan tersangka RH terhadap pasangan suami istri (Pasutri) yang digelar Sat Reskrim Polres Tapsel, di halaman Mapolres Tapsel, Selasa (28/11).

Reka ulang dengan 39 adegan tersebut dipimpin Kasat Reskrim AKP Ismawansyah, S.Ik, dihadiri jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Seksi Pidana Umum Kejari Tapsel, penasehat hukum tersangka, serta puluhan anggota keluarga dari pihak korban.

Dalam reka ulang tersebut, terlihat bahwa sebelum mengabisi nyawa korban, tersangka terlebih dahulu telah merencanakannya dan pada Rabu (27/9) dini hari tersangka mendatangi rumah korban.

Istri korban yang tidak merasa curiga atas kedatangan tersangka ke rumahnya karena tersangka sering mampir di café mikik korban langsung membuka pintu rumah.

Namun tiba-tiba tersangka yang membawa sebilah parang yang diselipkan dipingggang langsung menghampiri korban yang sedang tidur di ruang tamu dan membacok korban berulang kali hingga tewas menggenaskan di tempat.

Sementara istri korban yang mencoba menghalangi aksi tersangka, juga kena sabetan parang milik tersangka dan istri korban nyaris tewas karena luka parah dengan banyak luka bacokan dan terkapar di halaman rumah korban.

Setelah puas melakukan aksinya dan merasa kedua korban telah tewas, tersangka langsung melarikan diri, sementara korban ditemui warga tetangga sudah tewas bersimbah darah di dalam rumah, sementara, istri korban terkapar di halaman rumah korban dengan luka parah dan harus dilarikan ke Medan untuk menjalani perawatan di salah satu rumah sakit.

Petugas yang melakukan perburuan akhirnya membekuk tersangka di kediaman paman tersangka di Desa Pulo Bauk Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan di boyong ke Mapolres Tapsel untuk penyidikan.

Kepada polisi, tersangka mengaku tega menghabisi nyawa korban dan nyaris menewaskan istri korban lantaran merasa dendam dan diancam bunuh oleh korban, karena persolan pribadi, apalagi selama ini hubungan tersangka dengan korban cukup baik dan tersangka juga kerap berkaraoke ke tempat hiburan karaoke milik korban.

Usai reka ulang, Kapolres Tapsel AKBP. M Iqbal, S.Ik, M.Si melalui Kasat Reskrim AKP Ismawansyah, S.IK merasa puas dengan peaksanaan reka ulang tersebut, walaupun pihak keluarga korban bantak yang histris.

“Dalam adegan reka ulang tersebut, apa yang dilakukan tersangka tidak berbelit-belit dan sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sehingga pelaksanaan reka ulang berjalan lancer dan aman,“ kata Kasat. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar
                                                                                    







Komentar