Pendistribusian Gas Subsidi Di Paluta Diduga Diselewengkan

Redaksi: Selasa, 05 Desember 2017 | 01.13.00

Gas bersubsidi (Foto : Ist)

PALUTA| HARIAN9
Pendistribusian gas subsidi ukuran tiga kilogram di wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) diduga marak penyelewengan. Sayangnya, pihak aparat hukum yang berwenang mengawasi masalah tersebut terkesan tutup mata.

Dari informasi yang dihimpun sekitar satu pekan lalu, ditemukan sebanyak 120 tabung gas subsidi berisi yang dibawa menggunakan angkutan ekpedisi dari Medan. 

Ratusan tabung gas tersebut ditujukan kepada salah satu toko yang juga sebagai pangkalan distribusi gas yang ada di wilayah Kecamatan Padang Bolak Kabupaten Paluta

Pemerhati Kondisi Masyarakat di wilayah Kabupaten Paluta Fahmi Hasibuan, Senin (4/12) mengatakan, kelangkaan dan tingginya harga eceran gas subsidi yang terjadi di berbagai wilayah di Tabagsel (Paluta, Palas, Madina, Tapsel dan Padangsidimpuan) khususnya Paluta diduga akibat maraknya penyelewengan distribusi yang dilakukan oknum-oknum yang ingin mencari keuntungan pribadi.

“Yang jadi penyebab langka dan tingginya harga gas subsidi eceran, diduga kuat disebabkan adanya penyelewengan distribusi dan itu harus diawasi ketat, apalagi pendistribusiannya sampai saat ini banyak yang tidak tepat sasaran. Hal tersebut dikuatkan dengan adanya temuan ratusan tabung gas subsidi kondisi berisi dari salah satu toko (pangkalan) di wilayah Paluta, baru-baru ini,“ ungkapnya.

Dikatakannya, sekitar beberapa hari lalu, ada penemuan ratusan tabung gas subsidi berisi di salah satu toko yang dijadikan sebagai pangkalan gas di wilayah Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Paluta. Gas subsidi itu diketahui berasal dari Medan dan akan di distribusikan kembali di wilayah Paluta.

“Sayangnya, pihak aparat hukum dan pihak terkait lainnya tidak mengetahuinya. Padahal dalam pendistribusian gas subsidi, peran pengawasan aparat hukum sangat diperlukan. Tujuannya, agar penggunaan gas subsidi itu tepat sasaran dan sudah pasti yang menjadi korban akibat ulah tersebut adalah masyarakat ekonomi bawah. Seharusnya, pihak agen atau yang berwenang pantas memberikan sanksi sesuai dengan hukum dan aturan yang ada,“ katanya.

Kepala Bagian Ekonomi Pembangunan (Ekbang) pada Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paluta Tunggul P Harahap mengatakan, beberapa kali pihaknya membuat sosialisasi tentang pendistribusian gas bersubsidi, namun diakuinya masih ada saja oknum agen yang tak hadir pada saat sosialisasi.

Diakuinya di Kabupaten Paluta untuk gas bersubsidi hanya ada dua agen, yakni CV Cahaya Makmur dan CV Tiga Anugrah dan kedua agen tersebut memiliki ijin sebagai agen pendistribusian gas bersubsidi.

Terpisah Kadis Perindag Paluta H Ihpan Siregar dikonfirmasi mengatakan akan menindak tegas dan di lakukan penertiban dan apabila memang ditemukan pelanggaran akan dilakukan pencabutan ijin sebagai pangkalan gas bersubsidi ukuran tiga kilogram tersebut. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 


                                                                                                







  




Komentar