Pengendara Sepeda Motor Tabrak Truck Tanki

Redaksi: Sabtu, 02 Desember 2017 | 11.30.00

Foto atas, para wartawan bersama jajaran unit lalulintas Polres Aceh Tamiang, ketika dalam konferensi pers-nya. (Foto: Jasmani)



ACEH TAMIANG| HARIAN9 
Terkait pemberitaan salah satu media online, tentang kecelakaan lalulintas yang menimpa pengendara sepeda motor Yulius Leo (25 tahun) warga Kampung Sungai Kuruk Tiga Kecamatan Seruway Kabupaten Aceh Tamiang, dari saat berkendara membonceng Budiman (25), yang juga warga Kampung Sungai Kuruk Tiga.

Sepeda motor yang mereka kendarai bertabrakan dengan truck Tanki CPO milik PT. Ensem Sawita, di Dusun Harum Sari Kampung Seumadam, Kamis 17 Agustus 2017 yang lalu. 

Satuan Lalulintas Polres Aceh Tamiang menggelar konferensi pers bersama para wartawan di gedung unit satuan lalulintas (Satlantas) Polres Aceh Tamiang, Rabu (29/11/2017)

Kasat Lalulintas Polres Aceh Tamiang AKP Dede Kurniawan,SIK menjelaskan. 

"Adapun isi berita yang telah tertuang didalam pemberitaan online tersebut, bahwa tidak benar dengan fakta-fakta yang terjadi, bahkan terkesan hanya mengada-ngada, tanpa melakukan konfirmasi langsung kepada Unit Laka atau kepada saya langsung sebelum menulis pemberitaan," jelasnya.

"Perkara tersebut telah kami limpahkan ke kejaksaan Negeri Aceh Tamiang, atau sudah P21 yaitu telah sampai tahapan kedua, dan intinya pihak unit lalulintas sudah tidak berwenang lagi dalam penanganan kasus tersebut, karena mekanisme dan prosedural semua itu sudah kami laksanakan dari awal menerima laporan ke unit laka lalulintas, serta telah mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mengolah data, juga mencari fakta-fakta dilapangan tentang kronologi kejadian, bahkan mencari saksi-saksi yang melihat atau menyaksikan kejadian tersebut, hal tersebut dilakukan sebagai bahan untuk pemberkasan yang akan dilampirkan kepada kejaksaan,” tambahnya.

Truck Tanki yang terparkir tersebut dalam keadaan rusak, karena sebelumnya telah terjadi kecelakaan bertabrakan dengan truck lainnya,  posisi truck letaknya  di jalan lurus dan cukup terlihat jelas,  meskipun dari pandangan Lima Ratusan meter. 

Ditambahkannya, keterangan dari saksi yang menjaga truck tanki tersebut, saat kejadian sedang tidur didalam kabin, bahwa ada penerangan lampu sebagai penanda peringatan bahaya, serta ada diletakkan segitiga kerucut, namun malam terjadinya kecelakaan tersebut, tepatnya dalam kondisi hujan lebat, sehingga kurangnya kehati-hatian  berkendara mengakibatkan teman yang diboncengnya meninggal dunia.

Pada saat konprensi Pers tersebut Kanit Laka Lantas IPDA T Dave Yans turut menambahkan. 

"Ketika akan melakukan pemeriksaan terhadap tersangka yaitu pengendara sepeda motor, penyidik mengatakan silahkan dijawab seadanya kronologis kejadian dan tidak ada membujuk harus mengatakan bujukan penyidik seperti dalam pemberitaan tersebut, dan terkait uang yang diberikan kepada korban meninggal dengan jumlah Rp.2.000.000 itu adalah permintaan sendiri dari keluarga tersangka yang katanya untuk biaya kenduri korban yang meninggal dan Rp.1000.000 untuk biaya membetulkan kendaraan yang rusak dalam kecelakaan," jelas Kanit Laka. (Jas9)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar