Peran Kelas Menengah Penting Bagi Perekonomian

Redaksi: Selasa, 05 Desember 2017 | 00.19.00

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech pada acara The World’s Bank Report di Soehanna Hall, Jakarta (04/12). (Foto: kemenkeu)

JAKARTA| HARIAN9 
Sebagai negara yang termasuk dalam kategori kelas menengah, porsi kalangan kelas menengah di Indonesia tidak terlalu besar. Pada tahun 2002 kalangan menengah di Indonesia hanya 7 persen dan pada tahun 2016 meningkat ke angka 21 persen. 

Peningkatan yang sangat cepat, namun belum terlalu banyak untuk menjaga kestabilan ekonomi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memberikan keynote speech pada acara The World’s Bank Report yang bertemakan “Building Middle Class: Inclusive Growth in East Asia and Indonesia” menyatakan pentingnya peran kelas menengah untuk mencapai pertumbuhan yang inklusif.

“Kalangan kelas menengah memegang peranan penting dalam ekonomi karena mereka mampu menciptakan demand yang kemudian menciptakan lapangan pekerjaan” ujar Menkeu di Soehanna Hall, Jakarta pada Senin (04/12).

Menurutnya, peningkatan akan kelas menengah membuat perubahan bagi Pemerintah dalam membuat kebijakan. Persepsi kelas menengah serta respon mereka terhadap kebijakan di media sosial sangat mempengaruhi Pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang sesuai dengan kondisi saat ini.

Dengan bantuan teknologi, aspirasi masyarakat kelas menengah mudah sekali sampai ke Pemerintah. Oleh karena itu, Pemerintah harus memperkuat dan membangun kelas menengah yang mengerti akan hak mereka dan kemudian mampu memenuhi kewajibannya kepada negara, yaitu membayar pajak.

“Negara sebesar Indonesia yang terbuka dan berdemokrasi, kualitas kebijakan dan demokrasinya tidak akan berkembang dengan lebih baik tanpa adanya kelas menengah yang kuat, well educated dan well informed,” ungkapnya.

Dikatakannya, bahwa pendidikan adalah 'jalan tol' agar masyarakat dapat masuk ke golongan kelas menengah. Dengan anggaran pendidikan yang sudah sangat besar, maka menjadi sangat penting anggaran tersebut dapat dibelanjakan dengan baik. 

Saat ini masih terdapat 45 persen populasi Indonesia yang berada dalam golongan menuju kelas menengah, apabila golongan ini mampu “naik kelas” dinamika ekonomi Indonesia akan menjadi sangat-sangat berbeda.

“Indonesia mampu menjadi negara pemimpin di kalangan ASEAN dan juga Indonesia mampu menjadi pemain global yang mapan dengan adanya kelas menengah yang banyak dan kuat,” jelasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar