SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


Perjuangkan Nasib Guru Honorer, PGHK Paluta Unjukrasa Ke Disdik dan DPRD

Redaksi: Sabtu, 09 Desember 2017 | 00.31.00

Puluhan guru honor komite saat berorasi di halaman Kantor DPRD Paluta, menuntut nasib para guru honorer di Paluta yang mulai terancam keberadaannya dan tidak jelas penggajiannya, Kamis (7/12) (Foto : Riswandy)


PALUTA| HARIAN9
Puluhan orang guru honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Honor Komite (PGHK) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar aksi unjukrasa dihalaman kantor Dinas Pendidikan dan DPRD Kabupaten Paluta, Kamis (7/12).

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, mereka disambut Sekretaris Disdik Paluta Eva Sartika Siregar bersama pegawai Disdik lainnya dan selanjutnya, massa menuntut nasib para guru honorer di Paluta yang mulai terancam keberadaannya dan tidak jelas penggajiannya.

Pantauan wartawan, aksi unjukrasa dilakukan pertama dihalaman Kantor Dinas Pendidikan Paluta sekitar pukul 09.00 WIB dengan pengawalan ketat pihak kepolisian dan personik Satpol PP Paluta.

Disana, massa melakukan orasi dan menyampaikan berbagai tuntutan terkait nasib guru honorer pasca keluarnya Permendikbud nomor 8 tahun 2017 tentang teknis penggunaan dana biaya operasional sekolah (BOS) yang dimana penggajian guru honorer bersumber dari dana BOS itu. 

Selain itu, mereka juga menuntut agar Dinas Pendidikan Paluta supaya menerbitkan surat penugasan atau surat keputusan (SK) guru tetap non PNS sesuai dengan amanat Permendikbud nomor 8 tahun 2017. 

Pasalnya, tanpa surat penugasan/SK tersebut dapat dipastikan gaji dari tenaga honor tidak dapat dicairkan sehingga mengancam kesejahteraan tenaga honorer di Paluta.

Setelah mendengar tuntutan tenaga Honor tersebut, Sekretaris Disdik Paluta Eva Sartika Siregar berjanji akan menindaklanjuti tuntutan tenaga honor dan akan menyampaikannya ke Kadis Pendidikan Paluta.

Mendengar jawaban tersebut, massa membubarkan diri dan melanjutkan aksinya dihalaman kantor DPRD Paluta. Disana mereka melakukan orasi dan menyampaikan berbagai tuntutannya, namun tidak satu pun anggota DPRD Paluta yang datang menemui massa sehingga suasana sempat memanas dan ricuh. 

“Di mana semua wakil rakyatnya. Kenapa tidak mau menjumpai kami disini,“ teriak Koordinator aksi Muhammad Paisal Hasibuan yang juga merupakan ketua PGHK Kabupaten Paluta.

Karena tidak ada respon dari para anggota DPRD Paluta, massa pun mencoba menerobos untuk masuk, sehingga aksi dorong dengan pihak kepolisian dan Satpol PP Paluta pun sempat terjadi.

Setelah dilakukan mediasi, perwakilan guru honor pun diminta untuk masuk ke gedung kantor DPRD untuk membahas permasalah yang dituntut para tenaga honor dengan memanggil pihak Dinas Pendidikan.

Setelah mendengar semua tuntutan para tenaga honor, pihak DPRD Paluta berjanji akan mengkaji terkait permasalahan ini dan akan memperjuangkan nasib tenaga honorer di Paluta. 

Sekitar pukul 13.00 WIB, massa pun membubarkan diri dengan tertib dari kantor DPRD Paluta. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar