Perlakuan Pajak Sama Bagi Pengusaha Offline dan Online

Redaksi: Jumat, 01 Desember 2017 | 00.10.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati pada opening ceremony Modern Retail Expo seusai Seminar Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (28/11). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa Pemerintah sangat concern untuk menciptakan lingkungan persaingan bisnis yang adil bagi para pelaku usaha offline dan online.

Hal ini disampaikan oleh Menkeu pada Seminar Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) dengan tema “Consumer Shifting dan Cara Menghadapinya”di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, pada Selasa (28/11).

Sebagai contoh, di era perkembangan bisnis online yang sangat pesat saat ini, Pemerintah akan menerapkan peraturan pajak dan perlakuan yang adil bagi para pengusaha baik online dan offline sehingga tidak terjadi persaingan bisnis yang tidak fair.  

“Kalau dari sisi fiskal, kita berharap bahwa dengan fenomena digitalisasi, kita harus membuat level playing field yang sama. Kalau offline bayar pajak ya online juga bayar pajak. Kalau ada treatment juga harus disamakan. Sehingga tidak ada perasaan, kalau yang satu merasa dibebani sementara yang lain menjadi pembonceng gratis,” tegasnya.

Senada dengan yang disampaikan oleh Menkeu, Ketua Umun HIPPINDO Budihardjo Iduansjah juga menyampaikan dukungannya agar pengusaha online dapat memberikan kontribusi dalam membayar pajak.

“Kami sangat mendukung kemajuan teknologi dengan online. Tapi kami ingin juga online bisa memberikan kontribusi dalam dunia perpajakan yang mana semua anggota HIPPINDO walaupun dijual secara online, kami percaya sudah termasuk membayar PPN dan pajak-pajak lainnya,” dukung Budihardjo. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 







Komentar