Pesan Menkeu Kepada Para Pengusaha Ritel

Redaksi: Jumat, 01 Desember 2017 | 00.07.00

Menkeu Sri Mulyani Indrawati memberikan keynotespeech dalam acara Seminar Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta (28/17). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati didepan para pengusaha retail berpesan agar para pengusaha dapat beradaptasi terhadap perubahan perilaku konsumen dengan berinvestasi di tempat yang tepat. 

Hal ini disampaikannya pada Seminar Himpunan Penyewa Pusat Belanja Indonesia (HIPPINDO) dengan tema “Consumer Shifting dan Cara Menghadapinya”di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (28/11/2017).

“Fenoma Indonesia dari zaman ke zaman bergerak. Sebagai pelaku ekonomi walaupun tiap hari kita berjuang untuk menjaga bisnisnya, anda harus juga lihat arahnya. Jangan sampai invest di tempat yang salah,” katanya.

Dicontohkannya, terjadinya perubahan perilaku dan pola konsumsi masyarakat, misalnya konsumen condong membelanjakan uangnya untuk travelling. Hal ini seharusnya dapat dilihat dan dimanfaatkan oleh para pengusaha retail dalam berinvestasi.

“Presiden Jokowi ingin mengembangkan sepuluh destinasi di luar Bali. Jadi kalau seperti sekarang ada Gunung Agung meletus, kita masih punya destinasi lain untuk ditawarkan. Kita menginginkan jumlah wisatawan dari luar negeri dua puluh juta plus wisata dalam negeri, anak-anak kita sendiri, yang kalau bicara ada long weekend atau ada liburan seminggu mereka langsung pergi aja ke luar Jakarta. Dan disana mereka nda mungkin beli online tadi. Jadi dia pasti pingin makan, dia pingin visit, dia pingin sama yang diajak pergi itu segala macam,” jelasnya memberikan contoh.    

“So the consumer behavior changes. Sehingga Ibu, bapak, sekalian apakah sebagai penyewa atau sebagai pembangun, lihat perubahan ini. Adjust, berubah dan menyesuaikan diri. Gunakan resource anda secara smart untuk melihat antisipasi ke depan,” pesannya.

Dalam kesempatan ini ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah sangat peduli untuk membuat kebijakan yang mendukung lingkungan ekonomi yang kondusif bagi investasi dan pengembangan bisnis di Indonesia.

“Pemerintah akan terus menjaga dari sisi policy. Karena kami nda bisa menjaga Oo..jangan sampai bangkrut ya..itu-kan private sector. You can go, growing, and bust tapi juga growing and sustainable. Pemerintah menginginkan swasta itu terus kuat. Kalau ada perubahan dia sudah ada di atas gelombang, jadi bukan dimakan gelombang,” jelasnya.

Ditegaskannya, bahwa sektor riil juga memiliki peran untuk membentuk ekonomi Indonesia yang kuat.

“Tugas Pemerintah akan terus menjaga kondisi dan memberikan informasi sebanyak mungkin. Dan tentu kita berdiskusi seperti ini, saya mendengar, saya menyimak, saya memahami, dan kemudian memikirkan apa yang perlu kita lakukan sebagai pemerintah. Dari sisi pemerintah policy itu bisa dari fiscal, bisa dari sisi moneter keuangan, dan juga dari sektor riil. Dan ketiga-tiganya itu saling membentuk agar ekonomi Indonesia kuat,” tandasnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 







Komentar