PNS BKPP dan Tenaga Honorer SATPOL PP Aceh Tamiang di Duga Berbuat Mesum

Redaksi: Minggu, 03 Desember 2017 | 17.46.00

PNS BKPP dan Tenaga Honorer SATPOL PP Aceh Tamiang di Duga Berbuat Mesum, tertangkap Basah sedang Berduaan di dalam sebuah kamar lantai 2 di Cafe Garden Coffe Usaha Milik BUMK Kampong Alur Jambu berlokasi di Kampong Tanah Terban Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (02/12/2017). (Foto: Amnus Dani)


ACEH TAMIANG| HARIAN9
Seorang Tenaga Honorer dari  Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Aceh Tamiang berinisial (F) wanita asal Kampong Kebun Alur jambu kecamatan Bandar Pusaka yang masih Berstatus Istri orang berserta Pasangannya seorang Pegawai Sipil Negeri dari Badan Kepegawaian Aceh Tamiang (BKPPSDM) berinisial ZA pria asal Kampung Opak Kecamatan Bendahara, tertangkap Basah sedang Berduaan di dalam sebuah kamar lantai 2 di Cafe Garden Coffe  Usaha Milik BUMK Kampong Alur Jambu berlokasi di Kampong Tanah Terban Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (02/12/2017). 

"Penangkapan itu berawal Dari Sang suami Pelaku melaporkan kepada Kepala Dusun Setia Abdul Rasid  dan Ketua Pemuda  Muhammad Saini, bahwa Istrinya dengan selingkuhannya yang di duga berbuat mesum didalam cafe," ujar Bhabinkabtimas Kampung Tanah Terban Chusnil Fiqar.

Selanjutnya sang suami berserta perangkat Kampong, Bhabinkabtimas  dan warga langsung mengerebek pasangan Non Muhrim tersebut di lantai dua Cafe dan benar saja pelaku sedang berduaan di dalam Sebuah kamar dengan memakai pakaian Lengkap. 

Kedua pelaku di giring ke Kantor Datok Tanah Terban, untuk terhindar dari amukan massa dan untuk menyelesaikan masalah. 
Di saat dimintai keterangan oleh Abdul Muad selaku Datok Penghulu dan M. Sayuti Thaib Ketua MDSK mereka mengaku salah dan telah menjalin asmara cukup lama.

"Penyelesaian ini harus dilakukan secara adat Kampung, dan pelaku harus memenuhi kesepakatan musyawarah, karena pelaku telah Mencoreng nama baik Kampong di mana keduanya bukan Masyarakat Kampong Tanah Terban," jelas Ketua MDSK.

Hasil musyawarah diambil tuntutan dan Kesepakatan Bersama yaitu Pihak pelaku menyerahkan 1 ekor Kambing yang layak di sembelih, 1 karung Beras 15 kg dan memberikan dana untuk Pembelian Bumbu, serta Menutup Cafe Garden Coffe sementara oleh pihak aparatur Kampong dan Masyarakat sampai adanya keputusan dari pemilik Usaha tersebut. 

"Namun suami pelaku tidak menerima Perbuatan Kedua Pelaku dan  menuntut mereka di serahkan ke Wilayatul Hisbah (WH) agar mereka dapat di cambuk sesuai dengan Qanun Aceh," jelas Sayuti. (Dani9)
Editor: Mardan H Siregar








Komentar