Presiden: Infrastruktur untuk Pertumbuhan Ekonomi Lebih Baik

Redaksi: Kamis, 14 Desember 2017 | 00.11.00

Presiden Jokowi menerima buku Proyeksi Ekonomi Indef 2018 kepada Presiden Jokowi oleh Direktur Indef, Enny Sri Hartarti, pada Sarasehan Kedua 100 Ekonom Indonesia, yang diselenggarakan di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat(12/12). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkap alasan mengapa pemerintah konsentrasi kepada percepatan pembangunan infrastruktur. 

Menurutnya tujuan dari percepatan pembangunan infrastruktur adalah menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

“Ya, karena ini dibutuhkan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi, baik di jangka menengah maupun jangka panjang,” katanya pada acara Sarasehan Kedua 100 Ekonom Indonesia di Puri Agung Convention Hall, Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (12/12).

Dijelaskannya, kondisi infrastruktur masih jauh dari kondisi ideal, bahkan cenderung memburuk. Hal ini disebabkan oleh turunnya stok infrastruktur Indonesia yang rendah.

“Studi dari Bank Dunia, dan studi dari Bloomberg McKinsey di 2013, di mana dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia rata-rata sebesar 70 persen PDB, stok infrastruktur Indonesia termasuk rendah, hanya 38 persen dari PDB. Selain itu, dibandingkan dengan masa sebelum krisis ekonomi Asia di ‘97/98, jumlah stok infrastruktur Indonesia juga menurun dari 49 persen PDB di ’95 menjadi 38 persen  PDB di 2012,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pemerintah berkonsentrasi kembali ke pembangunan infrastruktur, baik berupa pembangunan jalan, pembangunan jalan tol, pembangunan pelabuhan, maupun pembangunan bandara di wilayah-wilayah yang memerlukan. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar