SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


Program JKN-KIS Dapat Berikan Manfaat Ekonomi Indonesia

Redaksi: Jumat, 22 Desember 2017 | 15.24.00


MEDAN| HARIAN9 
Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang dikelola BPJS Kesehatan dapat memberikan memberikan manfaat bagi jutaan penduduk Indonesia. Begitu juga dengan akses untuk memperoleh jaminan kesehatan pun terbuka lebar. Masyarakat yang semula enggan berobat ke rumah sakit karena tidak mampu, kini bebas dari kekhawatiran tersebut

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Ari Dwi Aryani menyebutkan, adanya program JKN-KIS ini berdampak pada meningkatnya usia harapan hidup, meningkatnya kesadaran masyarakat untuk hidup sehat, dan meningkatnya jumlah lapangan kerja.

"Bahkan program JKN-KIS juga telah memberikan kontribusi yang cukup menggembirakan bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu sebesar Rp 152,2 triliun,” kata Ari, Jumat (22/12/2017).

Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia (JKN-KIS) yang hampir genap empat tahun dikelola BPJS Kesehatan, juga terbukti mampu menghindarkan masyarakat dari risiko jatuh miskin akibat membayar biaya pelayanan kesehatan penyakit-penyakit berbudget besar, seperti penyakit jantung, stroke, kanker, gagal ginjal, dan sebagainya.

Ari menuturkan, sepanjang tahun 2017 ini, BPJS Kesehatan memperoleh berbagai penghargaan seperti penghargaan Indonesia Good Corporate Governance Award III 2017 Kategori Perusahaan Asuransi yang diselenggarakan oleh Majalah Economic Review, The Best in Achieving Total Customer Satisfaction dari Indonesian Customer Satisfaction Award sebagai dalam kategori Health Insurance, "Inovasi Pelayanan" pada program Drop Box calon peserta BPJS Kesehatan, dalam Apresiasi Inovasi Award Koran Sindo. Kemudian, memperoleh 2 kategori penghargaan sebagai lembaga pemerintah dengan “Komitmen Pengembangan organisasi" dan "Komitmen Pengembangan Organisasi Terintegrasi" terbaik dari PP Management ,ujarnya.

“Jadi, sejak 2014 lalu sampai saat ini, BPJS Kesehatan sukses meraih predikat sebagai Peringkat II Asuransi Terbaik di Indonesia Kategori Kepemilikan Pemerintah dalam ajang Indonesia Insurance Award VI 2017 yang diselenggarakan oleh Economic Review. Kemudian BPJS Kesehatan juga mendapatkan Juara II Lomba Kearsipan untuk kategori Lembaga Pemerintah Non Kementerian pada Malam Penganugerahan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Award 2017,” kata Ari.

BPJS Kesehatan, imbuh Ari, terus melakukan inovasi untuk mengoptimalkan Program JKN-KIS, seperti memperluas pelayanan pendaftaran kepesertaan yang bisa dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan dengan System Drop Box, Lippo Mall Group, Mobile JKN, Website BPJS Kesehatan, BPJS Kesehatan Care Center 1500-400, Mobile Customer Service, Kantor Kecamatan dan melalui Kader JKN.

“Selain memperluas pelayanan pendaftaran, BPJS Kesehatan juga Memperluas Channel Pembayaran dengan pembayaran iuran melalui ATM, sms banking dan internet banking, meningkatkan kerjasama Payment Point Online Banking (PPOB) Tradisional maupun Modern di supermarket, minimarket, Kantor Pos, Tokopedia dan aplikasi GO-JEK melalui fitur GO-BILLS,” tandasnya.

Ditambah ari,berbagai kemudahan ini, dirinya berharap animo peserta JKN-KIS untuk mendaftar dan membayar iuran tepat waktu dapat meningkat, sehingga sustainibilitas program JKN-KIS terus terjaga. “Ke depannya secara bertahap kami akan terus memperluas kanal pembayaran dan mencanangkan strategi yang untuk memberi lebih banyak kemudahan dan manfaat bagi peserta JKN-KIS,” ujarnya.

Untuk pelayanan di rumah sakit, BPJS Kesehatan juga telah mengembangkan aplikasi berbasis website yang berfungsi mencari lokasi serta sebagai informasi tentang fasilitas kesehatan yang diinginkan peserta bernama Aplicares. Aplikasi ini berisi informasi yang tersedia mulai dari jumlah faskes mitra BPJS Kesehatan, nama dokter dan jumlah pegawai di faskes, serta peta lokasi sampai ketersediaan kamar dan tempat tidur. 

"Dengan adanya website (https://faskes.bpjs-kesehatan.go.id/aplicares/ ) ini peserta secara mandiri dapat mengecek ketersediaan kamar tidur yang ada di rumah sakit,” tuturnya.

Untuk kepesertaan hingga 1 Desember 2017, kata Ari, peserta JKN-KIS telah mencapai 186.602.571 jiwa. Dalam memberikan pelayanan kesehatan, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 21.514 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 9.839 Puskesmas, 4.828 Dokter Praktik Perorangan, 5.645 Klinik Pratama, 16 RS Kelas D Pratama, serta 1.186 Dokter Gigi. Sementara di tingkat rujukan, BPJS Kesehatan telah bermitra dengan 5.651 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 2.271 Rumah Sakit dan Klinik Utama, 2.362 Apotek, dan 1.018 Optik,pungkasnya.(jae9)



Teks foto :Kepala BPJS Kesehatan Cabang Medan, Ari Dwi Aryani.

Komentar