Sektor ESDM Terpantau Aman Hingga H-3 Jelang Natal 2017

Redaksi: Sabtu, 23 Desember 2017 | 21.00.00



JAKARTA| HARIAN9
Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terpantau aman hingga menjelang H-3 perayaan hari Natal tahun 2017 yang jatuh pada tanggal 25 November 2017. 

Kementerian ESDM terus memastikan pasokan dan distribusi energi kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik. 

Sesuai laporan Posko Kementerian ESDM tahun 2017, hasil monitoring menunjukkan kondisi penyediaan maupun distrubusi Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquified Petroleum Gas (LPG), dan Gas Bumi untuk rumah tangga tidak menemui kendala.

Tercatat stok atau cadangan BBM dan LPG yang tetap dalam kondisi normal. Misalnya BBM jenis premium mencapai ketahanan hingga 29,9 hari, Solar atau Akrasol 19,4 hari, Pertalite 22,30 hari, Kerosene 43,3 hari, Pertamax/Akra 92 untuk 19,5 hari, Pertamax Turbo 27 hari, Pertamina Dex 26,4 hari, Dexlite 19,4 hari, LPG 15 hari dan Avtur 27,9 hari.

Kondisi ini ditopang dengan upaya Pemerintah dalam mengamankan pasokan BBM dan LPG. Beberapa langkah yang dimaksud, seperti penambahan mobil tanki BBM, kapal tanker di wilayah Indonesia Timur, kantong BBM, kios Pertamax atau AKR 92 hingga pemanfaatan tol fungsional.

Untuk sektor ketenagalistrikan, secara keseluruhan daya mampu pasok nasional dilaporkan sebesar 35.723,28 MW dengan beban puncak sebesar 32.229,14 MW. Sedangkan, cadangan daya nasional bisa mencapai 3.494,14 MW.

Pada sektor geologi, dua gunung api, yaitu Gunung Agung di Bali dan Gunung Sinabung di Sumatera Utara masih ditetapkan dalam status AWAS. Meskipun begitu, masyarakat dan para wisatawan tidak perlu khawatir apabila ingin berlibur ke Bali.

Bahkan Presiden Jokowi dalam rapat terbatas (ratas) pada Jumat (22/12) yang diikuti oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan dan para menteri kabinet kerja mengungkapkan, pemilihan tempat ratas di Bali menunjukkan erupsi Gunung Agung tidak berpengaruh terhadap keamanan di Bali bagi para investor maupun wisatawan.

Di samping status gunung api, terdapat 4 kejadian gerakan tanah hinggal tanggal 22 Desember 2017 pukul 18.00 WIB di Kabupaten Ngawi dan Magetan Jawa Timur, Kab. Magelang, Jawa Tengah dan Kab. Maros, Sulawesi Selatan. (esdm/03)
Editor: Mardan H Siregar







Komentar