YSI Dan LSM PESSAT Gelar Diskusi Publik Membangun Aceh Tamiang Berkelanjutan

Redaksi: Jumat, 08 Desember 2017 | 07.06.00



ACEH TAMIANG| HARIAN9
Dalam waktu dekat ini masyarakat Aceh Tamiang akan menyambut pemimpin baru pemerintahan Kabupaten Aceh Tamiang, untuk itu perlu adanya pemikiran-pemikiran dalam pembangunan yang berkelanjutan, dan untuk mencapai hal tersebut Yayasan Sheep Indonesia (YSI) dan LSM PESSAT mengadakan kegiatan diskusi Publik.

Acara tersebut dilaksanakan di Hotel Grand Arya, tepatnya di depan kantor Bupati Aceh Tamiang, Kampung Dalam Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Selasa (05/12/2017).

Tampil sebagai pembicara pertama Ir Fadli dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Aceh Tamiang menyampaikan, setiap satuan kerja perangkat Daerah harus menyiapkan rancangannya dan selanjutnya akan diarahkan untuk rencana strategis (Renstra), yang kemudian akan diselaraskan dengan visi misi Bupati dan Wakil Bupati.

Dijelaskannya, Setiap program harus benar-benar terarah, apa lagi terkait pemberian bantuan, untuk dapat diserahkan sesuai dengan sipenerimanya. 

"Seluruh program nantinya akan dilakukan konsultasi Publik, dan nantinya diharapkan masyarakat dapat memberi masukannya.

Andreas Direktur Yayasan Sheep Indonesia (YSI)yang mendapat kesempatan kedua dalam materinya menyampaikan, YSI yang sudah hadir melakukan pendampingan di Aceh sejak 2005, berharap agar masyarakat mampu memberikan masukan pemikiran pada pembangunan Daerah

"Pembangunan sering kali melupakan apa yang akan dibangun, untuk siapa manfaat pembangunan tersebut. Setiap pembangunan harus melibatkan setiap aktor, harus melakukan pembangunan yang berimbang dan bersinergi," tegas Andreas.

Sementara itu Juanda, SIP Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang yang bertindak sebagai penanggap pada acara tersebut mengatakan, "untuk membangun kabupaten ini harus mampu merangkul setiap pemegang kepentingan dan berbagai elemen masyarakat. Diera kepemimpinan yang sekarang lebih mengedepankan pembangunan infrastruktur jalan, namun Bupati terpilih harus mampu melanjutkan setiap pembangunan yang tertunda, sembari menyatukannya dengan visi misinya sendiri. 

"Dalam membangun diupayakan agar cukup maksimal, jika menyiapkan gedung-gedung sekolah, harus juga menyiapkan sarana pendukung lainnya, sehingga faktor kesempurnaan dapat lebih tercapai", terang Juanda. 

Sebagai penanggap kedua, tampil T.Insyafuddin Waktu Bupati Aceh Tamiang terpilih yang mengatakan, Saat ini kita lebih menjadi budak di negeri sendiri, dan pelaksana pembangunan serta pemiliknya adalah milik orang-orang diluar sana.

"Pada periode ini, keadaan ekonomi disektor paling bawah sangat merosot, dan Pemerintah tidak mampu berbuat apa-apa. Semoga dalam kepemimpinan kedepan, setiap elemen harus punya peran masing-masing, kesejahteraan masyarakat harus menjadi prioritas, dan pemerataan pembangunan, serta tepat sasaran merupakan acuan pada setiap para pengambil kebijakan," kata T.Insyafuddin. 

Usai penyampaian dari narasumber, serta para Penanggap, acara dilanjutkan dengan kesempatan peserta diskusi untuk mengutarakan saran, pemikiran, juga berbagai pertanyaan dan acara diakhiri dengan makan siang bersama. 

Hadir pada acara tersebut Camat Bandar Pusaka, kepala Puskemas Bandar Pusaka, para Datok Penghulu, pegiat LSM, Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Atam, kader Posyandu, Insan Pers, dan para tamu undangan lainnya.(Jas9)

Komentar