Arcandra: BLU Diharapkan Ubah Human Resources Jadi Human Capital

Redaksi: Minggu, 21 Januari 2018 | 01.19.00

Wamen ESDM Arcandra Tahar saat memberikan arahan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Geologi, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Sabtu (20/1), di Gedung PPSDM Aparatur, Bandung. (Foto: esdm)

BANDUNG| HARIAN9
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan paradigma manajemen sumber daya manusia saat ini telah berubah dari human resouces menjadi human capital, manusia itu tidak lagi menjadi pekerja pasif, tetapi secara aktif mengembangkan diri mencari sesuatu, mendevelop sesuatu untuk terus berkembang.

"Kalau resources itu being-used, jika manusia digunakan sebagai tenaga kerja pasif, menunggu perintah, itu yang dinamakan human resources, seperti jika dalam bekerja kita menunggu arahan atasan maka kita akan disebut human resources," ujar Arcandra saat memberikan arahan terhadap Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Badan Geologi, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang), dan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Sabtu (20/1), di Gedung PPSDM Aparatur, Bandung.

Lebih lanjut dijelaskannya, dengan menjadi Badan Layanan Usaha (BLU) bagi Balitbang dan PPSDM, merupakan satu langkah ke depan untuk menjadikan sumber daya manusia menjadi aset yang disebut human capital. 

"Untuk menjadikan pegawai rekrutan baru ini menjadi human capital kita membutuhkan kompetensi yang baik dari individu yang dapat dipenuhi apabila memiliki kompetensi. Ada tiga komponen dalam mendukung kompetensi yaitu pengetahuan, skill dan pengalaman," tuturnya.

Kenapa harus dirubah dari human resources menjadi humancapital, ia mencontohkan, dalam human capital kita akan menjadikan SDM yang ada sebagai aset kantor, serta dalam human capital dapat menjadikan hidup lebih dinamis, harapan hari esok lebih baik dari pada hari ini.

"Ke depan saya berharap dalam pengembangan technologi dibuat berdasarkan apa yang dibutuhkan market, baru dibuat research and developmentnya seperti apa," ungkapnya.

Menurutnya, jika dibuat perumpamaanya seperti ini, kalau rekrutmen ini diibaratkan bibit jeruk semoga nanti menjadi pohon jeruk, walau belum diharapkan menghasilkan buah jeruk. Paling tidak menjadi pohon jeruk dulu, dipupuk serta disiram agar menjadi pohon jeruk yang tumbuh. 

"Ini merupakan tantangan kita semua untuk menjadikan bibit jeruk jadi jeruk, bibitnya apel menjadi apel, jangan bibit jeruk dan apel menjadi semak belukar," lanjutnya.

Ditegaskannya, untuk membentuk human capital yang handal tidak hanya diperlukan kompetensi yang baik namun lebih dari itu, dibutuhkan attitude yang baik yaitu bisa dipercaya. 

"Bisa dipercaya, dalam attitude, walau kita bisa ini dan itu akan tetapi bila dalam attitude tidak bisa dipercaya semua kriteria itu akan hilang," ungkapnya.

Sebagai penutup, Wamen ESDM berharap generasi muda ESDM dapat menjadi agen perubahan menuju Indonesia lebih baik dengan menjadi abdi negara yang amanah jujur dan profesional. (esdm/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar