Bulog Divre Sumut OP 1.000 Ton Beras untuk Kendalikan Harga

Redaksi: Jumat, 12 Januari 2018 | 14.19.00

Kepala Bulog Divre Sumut Benhur Ngkaimi,Kepala Satgas Pangan Sumut diwakili AKBP Pol Rony Samtana  Wadir Krimsus Poldasu,Ferry Andrionio, Direktur Tertib Niaga Kemendag,Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah Sumut sekaligus wakil TPID Sumut,  Arief Budi Santoso. (Foto: Jaenal Abidin)

MEDAN| HARIAN9
Kepala Bulog Divre Sumut Benhur Ngkaimi mengatakan, dengan kenaikan harga beras  yang terjadi di Sumut, maka Bulog gelar Operasi Pasar (OP)) beras sebanyak 1.000 ton dan ini merupakan tahap pertama. Bahkan untuk stok tersedia berapapun nanti yang akan diserap pasar. 

"Kita punya banyak stok, jadi tak perlu dikhawatirkan," jelasnya di sela-sela pelepasan OP di halaman Kantor BI Sumut, Medan Kamis (11/1/2018).

Dikatakannya, setiap hari beras itu keluar masuk di gudang Bulog yang kapasitasnya mencapai 84.000 ton. Setiap hari juga masuk dari Sulsel dan Sumsel. Stok beras di gudang Bulog kini alokasinya cukup sampai April 2018.

Launching OP beras juga serentak dilakukan di beberapa daerah sejak jam 8.00 pagi. Dengan begitu andil beras terhadap inflasi turun. Di daerah Sumut sedang panen, jadi OP hanyalah jalan terakhir.

Selain beras, Bulog juga menjual gula pasir Rp.12.500 per kg, minyak goreng curah Rp.11.000 per kg, bawang putih dan bawang merah.
   
"Bulog siap kerjasama. Kami harapkan inflasi tak bisa turun tapi minimal sama dengan tahun lalu.  Ini target yang harus dilaksanakan," tuturnya.
   
Sementara Kepala Satgas Pangan Sumut diwakili AKBP Pol Rony Samtana yang juga Wadir Krimsus Poldasu mengatakan, Satgas Pangan mengawal agar beras CBP ini benar-benar ke pasar. 

"Kami berharap operasi ini berjalan sampai akhir Januari dan harga-harga dapat terjangkau, sebab kami  punya tugas mendampingi OP untuk memastikan beras yang digelontorkan sesuai. Namun sampai sekarang belum ditemukan adanya penyimpangan," kata Rony seraya menghimbau pedagang untuk menyalurkan beras.
    
Ferry Andrionio, Direktur Tertib Niaga Kemendag menyebut OP beras ini dilakukan 101 kabupaten, di 34 provinsi di Indonesia.

"Kami minta penyalur memberikan data, semua stok dan gudang-gudang sehingga OP ini dapat berjalan lancar," pungkasnya. (jae9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar