SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


Indonesia-Filipina Tandatangani LoI Pendidikan Madrasah

Redaksi: Senin, 08 Januari 2018 | 18.10.00

Direktur KSKK Madrasah Umar menandatangani kerjasama pengembangan madrasah dengan Kementerian Pendidikan Filipina. (Foto: kemenag)


JAKARTA| HARIAN9
Indonesia menjalin kerjasama dengan Filipina dalam pengembangan madrasah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Lette of Intent (LoI) kerjasama Pendidikan Islam antara Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag RI, Ahmad Umar, dengan Undersecretary of Curriculum and Instruction, Hon. Lorna Dig-Dino dari Kementerian Pendidikan Filipina.

Penandatanganan LoI ini berlangsung di Kantor Departemen Pendidikan Region XI, Davao City pada 3 Januari 2018. Sebelumnya, Umar mendampingi Menteri Luar Negeri RI, Retno L. P. Marsudi, meninjau madrasah Al Munawwarah Islamic School (AMIS), Davao City, Filipina.

Menurutnya, penandatanganan LoI kerjasama Pendidikan Islam antar dua Kementerian ini mempertimbangkan hubungan persahabatan dan kerjasama yang saling menguntungkan antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Filipina. 

Kerjasama ini dibangun di bawah kerangka Treaty of Friendship 1951 yang hingga saat ini terus dijaga oleh pemerintah kedua negara.

“Penandatanganan LoI ini juga bagian dari pengakuan dari dua negara terhadap pentingnya pendidikan, capacity building, dan pelatihan bagi siswa dan guru muslim dalam konteks memperkuat hubungan dan pendidikan Islam di kedua negara,” jelas Umar di Jakarta, Senin (08/01).

Dalam LoI tersebut, katanya, tercantum sejumlah program penting. Kedua belah pihak menyepakati pentingnya dilakukan pertukaran ulama dan tokoh agama; pertukaran kepala sekolah, guru, dan siswa madrasah. 

Program lainnya adalah kerja sama pendidikan vokasional, serta penyelenggaraan lokakarya untuk bertukar pikiran mengenai pengembangan madrasah. 

“Dalam kesempatan itu, kami sampaikan pula komitmen Indonesia khususnya Kementerian Agama RI untuk memberikan beasiswa bagi 100 siswa madrasah Filipina untuk belajar di Indonesia per-tahun,” tandasnya. (kemenag/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar