Ketua PD Muhammadiyah Labuhanbatu: Memilih Pemimpin adalah Hak Pribadi Setiap Orang

Redaksi: Minggu, 21 Januari 2018 | 18.49.00

Ketua PD Muhammadiyah Labuhanbatu, H. Yursalim Nasution. (Foto: Thamrin Nasution)

LABUHANBATU| HARIAN9
Bagi warga Muhammadiyah, memilih pemimpin negara, seperti halnya Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, yang akan berlangsung Juni 2018 mendatang, merupakan hak dasar pribadi masing-masing orang.

Hal ini disampaikan Ketua Umum Pimpinan Daerah Muhammadiyah Labuhanbatu, H Yursalim Nasution, disela-sela kunjungan Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melakukan Pencocokan dan Penelitian (Coklit), di tempat kediaman beliau, Sabtu (20/1/2018).

Menurutnya, memilih pemimpin itu merupakan hak pribadi, Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi Islam, tidak berkepentingan mengarahkan anggotanya, kesalahsatu pasangan calon gubernur/wakil gubernur.

Oleh katena itu ucapnya, warga Muhammadiyah, khususnya yang berada di Kabupaten Labuhanbatu harus cerdas, dalam menentukan hak pilihannya.

Bagi Muhammadiyah lanjutnya, dalam memilih setiap calon pemimpin, haruslah dia beriman kepada Allah Tuhan Yang Maha Esa, kemudian bertaqwa. Selain itu lanjutnya, calon yang akan dipilih itu, harus memiliki visi dan misi, sesuai dengan visi dan misi organisasi Muhammadiyah.

Jadi kata Yursalim Nasution, dalam memilih pemimpin itu, haruslah tetap dalam koridor terjaminnya aqidah ummat. Kemudian tetap terjalinnya silaturrahmi, dengan semua komponen anak bangsa. Tanpa membedakan Suku, Agama, Ras, Antargolongan (SARA).

Ditegaskannya, warga Muhammadiyah jangan terjebak dengan berita-berita hoax, yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Menerima apa adanya dan menyebarkan tanpa meneliti kebenaran berita "hoax", bagi warga Muhammadiyah hukumnya haram.

Bagi Muhamnadiyah tegasnya, Pancasila sebagai azas berbangsa dan bernegara, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar-tawar sedikitpun. (Trn9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar