Marlon Purba, SmH : Hukum Di Indonesia Tajam Ke Bawah Tumpul Ke Atas

Redaksi: Senin, 29 Januari 2018 | 00.01.00

Presiden Forum Anak Bangsa Marlon Purba, SmHK, didampingi Sekretarisnya meminta Poldasu untuk menangkap dan menahan tersangka penipuan, Mudjianto. (Foto: Joko Hendro)


MEDAN| HARIAN9
Hukum di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) diketahui tajam ke bawah dan tumpul diatas. Hal tersebut dibuktikan dengan kasus penipuan Rp.3 Milliar yang dilakukan Mudjianto (62) warga Jalan Jenderal Sudirman Medan kepada korbannya, Armen Lubis (60).

"Meskipun sudah tersangka, kenapa Mudjianto tidak juga ditangkap dan ditahan," kata Marlon Purba, SmHK saat menggelar orasinya bersama ratusan anggota LSM Laskar Merah Putih (LMS) dan Forum Anak Bangsa di depan Mapoldasu, Jumat (26/1/2018).

Presiden Forum Anak Bangsa ini menegaskan, jika penyidik tidak segera melakukan penahanan, kami akan mengerahkan massa lebih banyak lagi untuk mendesak Poldasu segera menangkap Mujianto dan dijebloskan ke sel.

"Saya kesal dan kecewa karena menurut informasi kejadian tersebut ada intervensi seorang Jenderal Polisi berpangkat bintang tiga makanya Mudjianto merasa kebal hukum," jelas mantan anggota DPRD Sumut dan Polri tersebut.

Mujianto ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Armen Lubis (60) dalam kasus dugaan penipuan sesuai STTLP/509/IV/2017 SPKT “II” tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material hingga mencapai Rp.3 miliar.

Kasus penipuan tersebut berawal dari ajakan kerjasama melalui staf Mujianto, Rosihan Anwar, untuk melakukan bisnis penimbunan lahan seluas 1 Ha atau setara 28.905 M3 di atas tanah lahan di Kampung Salam, Kelurahan Belawan II Kecamatan Medan Belawan sekitar Juli 2014 lalu.

Namun, setelah proyek selesai, Mujianto tidak menepati janjinya untuk membayar hasil pengerjaan Armen Lubis. Dan merasa dirugikan akhirnya korban melaporkan pengusaha properti tersebut ke Poldasu.

Pantauan Harian9. Com, usai dari Poldasu, seratusan massa menuju rumah Mujianto di Jalan Sudirman, dan di rumah mewah milik pengusaha turunan Tionghoa itu dijaga puluhan Polisi berpakaian dinas dan sipil dan Brimob.

Beberapa saat menggelar orasi, ratusan massa dengan mengendarai mobil pribadi, angkot dan sepeda motor kemudian bergeser ke Masjid Agung Jalan Diponegoro dan Gedung DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan.

Di Gedung Wakil Rakyat, Marlon Purba diterima Staf DPRDSU dan akan meneruskan prihal ini kepada Kapolri, Ketua DPR-RI dan bahkan Presiden Joko Widodo.

Dihadapan Kapolsek Medan Baru Kompol Victor Ziliwu, SH, SIK, MH, Wakapolsek AKP Sangkot Simare-mare, SH, MH, serta puluhan personil lainnya,  Marlon menyebutkan, ini aksi damai dan tidak ada yang anarkis. (HJ9)
Editor: Mardan H Siregar









Komentar