Peran Penting Teknologi Sebagai Alat Untuk Mengatasi Ketimpangan

Redaksi: Kamis, 25 Januari 2018 | 06.39.00

Menteri Bappenas Bambang Brodjonegoro memberikan keynote speech dalam acara seminar internasional yang mengangkat tema "Inequality & the Role of Technology in Shaping the Future of Work", di Yogjakarta (23/01). (Foto: kemenkeu)


YOGYAKARTA| HARIAN9
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) cq. Badan Kebijakan Fiskal (BKF) bekerjasama dengan Bank Indonesia menyelenggarakan seminar internasional yang mengangkat tema "Inequality & the Role of Technology in Shaping the Future of Work", di Yogjakarta pada Selasa (23/01).

Melihat perkembangan digital yang mengarah ke revolusi industri 4.0 dimana transaksi dunia akan didominasi oleh otomatisasi, perlu adanya antisipasi dalam menghadapi efek yang ditimbulkannya yaitu terjadinya ketimpangan dan ketersediaan lapangan pekerjaan di masa depan.

"Makin berkembang teknologi akan bisa membantu mengurangi ketimpangan atau malah memperlebar. Salah satu contoh pengurangan ketimpangan, petani yang biasa menggunakan gadget bisa mendapatkan informasi mengenai benih yang cocok, ramalan cuaca sampai harga komoditas di pasar sehingga memiliki daya tawar lebih tinggi," ujar Menteri Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro pada saat Konferensi Pers.

Ketidaksetaraan merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian dunia karena dapat membawa implikasi negatif yang signifikan dalam pertumbuhan jangka panjang dan stabilitas di samping itu juga dapat menghambat pertumbuhan ekonomi melalui perlambatan produktivitas yang disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap edukasi, kesehatan, pekerjaan dan penciptaan lapangan kerja baru.

"Studi Mckinsey tahun 2016, 52.6 juta pekerjaan akan berpotensi digantikan oleh mesin dan hanya 3.7 juta pekerjaan baru akan tercipta atas majunya teknologi dalam 7 tahun ke depan," jelasnya saat memberikan keynote speech di seminar ini.

Ditambahkannya, penggunaan teknologi memiliki peran penting sebagai alat untuk mengatasi ketimpangan dalam perekonomian, teknologi dapat memperbaiki konektifitas antar daerah, pulau maupun negara dan juga memfasilitasi pertukaran informasi, terkait pentingnya penggunaan teknologi internet dalam perekonomian, pemerintah berencana membangun infrastruktur broadband di 100 desa dan Base Transceiver Stations (BTS) pada 380 lokasi. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar