RAPBD Kota Padangsidimpuan TA 2018 Defisit Rp.16 Milyar Lebih

Redaksi: Minggu, 14 Januari 2018 | 21.44.00

Plh. Walikota Padangsidimpuan Drs. H Zulpeddi Simamora, MM, menyerahkan dokumen nota RAPBD Kota Padangsidimpuan TA 2018 kepada Ketua DPRD Hj. Taty Aryani Tambunan,SH disaksikan pimpinan DPRD pada Rapat Paripurna penyampaian RAPBD Kota Padangsidimpuan TA 2018 di aula gedung DPRD Kota Padangsidimpuan, Jum,at (12/1). (Foto: Riswandy)

PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Pelaksana Harian (Plh) Walikota Padangsidimpuan Drs. H Zulpeddi Simamora, MM sampaikan Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) Kota Padangsidimpuan Tahun Anggaran (TA) 2018 sebesar Rp.825,6 Milyar lebih pada rapat Paripurna penyampaian RAPBD Kota Padangsidimpuan TA 2018, di ruang rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidimpuan, Jumat (12/1).

Dari jumlah Rp.825.647.810.835.- pada RAPBD TA 2018 tersebut terdiri dari belanja langsung sebesar Rp.465.608.924.856.- dan belanja tidak langsung sebesar Rp.360.038.885.979.-. 

Sedangkan pembiayaan terdiri dari, penerimaan pembiayaan sebesar Rp.21.392.603.671.- dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp.4.845.308.506.-, sehingga terjadi defisit sebesar Rp.16.547.295.165.-.

Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan Hj. Taty Aryani Tambunan, SH didampingi Wakil Ketua Edi Jurianto Harahap, SH beserta 16 anggota DPRD Kota Padangsidimpuan, Plh. Walikota Padangsidimpuan Drs. H Zulpeddi Simamora, MM, Forkominda Kota Padangsidimpuan, pimpinan SKPD serta para Camat se Kota Padangsidimpuan.

Dalam penyampaian RAPBD TA 2018 tersebut, Plh. Walikota Padangsidimpuan Drs. H Zulpeddi Simamora, MM, mengatakan, penyampaian nota RAPBD Kota Padangsidimpuan TA 2018 ini telah melalui berbagai tahapan, diantaranya dengan telah disepakatinya KUA dan PPAS antara Eksekutif dan Legislatif tanggal 5 Januari 2018 yang lalu.

Disampaikannya, RAPBD yang diajukan ini juga sebagai tindak lanjut dari UU No.9 Tahun 2015 tentang perubahan ke 2 atas UU No.23 Tahun 2015 tentang Pemda, serta Permendagri No.21 Tahun 2011 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.

“Mengingat TA 2018 yang akan kita lalui mrupakan pembanguunan periode ke empat dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJM) Kota Padangsidimpuan, kami menyadari bahwa berbagai kelemahan, hambatan da tantangan serta peluang dan kekuatan yang ada, kami yakin dapat memberikan nilai tambah kepada kita semua dengan pengalaman, wawasan pengetahuan dan pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat. Hal ini merupakan modal utama sekaligus motivasi dalam melaksanakan pebangunan Kota Padangsidimpuan ke depan,“ ujar Zulpeddi.

Adapun RAPBD Kota Padangsidimpuan TA 2018 sebesar Rp.825.647.810.835.- tersebut meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD) direncanakan sebesar Rp.809.1000.515.670.-, berasal dari Pendapatan Asli daerah ((PAD) sebesar Rp.87.813.756.578.-, 

Dana Perimbangan sebesar Rp.656.286.589.000.-, serta lain-lain dari pendapatan yang sah sebesar Rp65.000.170.092.-.

Terhadap pengantar nota RAPBD tersebut, dalam pandangan Fraksi yang masing-masing disampaikan ketua~ketua Fraksi di DPRD Kota Padangsidimpuan yakni Fraksi Partai Golkar oleh Wildan Lubis, Fraksi Partai Gerindra oleh Imron Dalimunthe, Fraksi Partai Fraksi Partai Hanura oleh Ahmad Faisal Siregar, Fraksi PDIP oleh Rudi Hermanto, Fraksi Demokrat oleh Rika Hanum Nasution, Fraksi PAN oleh Erfi J Samudera, Fraksi PKB oleh mahmuddin Nasution dan Fraksi Bersatu sepakat dan menerima RAPBD 2018 untuk dibahas, dengan catatan tertentu.

Pada umumnya inti dari pandangan tersebut mengharapkan agar peningkatan APBD diimbangi dengan peningkatan pelayanan masyarakat, pemerataan pembangunan, peningkatan kinerja dan penganggaran berbasis kinerja serta efisiensi. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 












Komentar