Serapan 2017 Belanja Modal dan Barang di Atas 90 Persen

Redaksi: Jumat, 05 Januari 2018 | 02.56.00

Menkeu, Sri Mulyani Indrawati memaparkan capaian kinerja APBN 2017 dalam acara Konferensi Pers di aula Djuanda kantor pusat Kemenkeu (02/01). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan tingkat serapan belanja negara tahun 2017 baik belanja modal maupun belanja barang naik rata-rata di atas 90 persen, bahkan  belanja sosial terserap sebesar 100 persen.

“Dari sisi belanja belanja negara mencapai Rp.2001,6 triliun. Ini adalah 93,8 persen dari total belanja APBN 2017. Yang positif adalah belanja modal yang mencapai 92,8 persen dibandingkan tahun 2016 yang hanya terealisir 82 persen. Tahun 2015 hanya 85,2 persen. Jadi, penyerapan dan eksekusi belanja tahun 2017 jauh lebih baik. Belanja barang meningkat realisasinya mencapai 96,8 persen. Kalau dibandingkan tahun 2016, belanja barang hanya terserap 85,3 persen. Tahun 2015 hanya 89,8 persen. Jadi, penyerapan 2015-2016 di bawah 90 persen. Tahun 2017 belanja sosial mencapai 100 persen. Belanja pemerintah pusat Rp.1.259,6 triliun atau 92,1 persen dari APBN-P,” jelasnya.

Penyerapan yang meningkat ini menghasilkan output berupa pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, bandara dan rel kereta api. 

Di bidang pendidikan, outputnya dalam bentuk Kartu Indonesia Pintar, Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan penyaluran beasiswa Bidik Misi. Sedangkan di bidang kesehatan dan perlindungan sosial terwujud dalam bentuk manfaat Kartu Indonesia Sehat dan Program Keluarga Harapan (PKH).

“Beberapa outputnya infrastruktur telah dibangun jalan 794 km, jembatan 9.072 meter, pembangunan bandara ada 3, dan lanjutan bandara multi years ada 8 bandara, rel kereta api telah dibangun 618,3 km. Pendidikan, untuk penyaluran Kartu Indonesia Pintar mencapai 19,8 juta siswa, Bantuan Operasional Sekolah untuk 8 juta siswa, penyaluran Bidik Misi untuk 364,4 ribu mahasiswa dan di bidang kesehatan dan perlindungan sosial, Kartu Indonesia Sehat mencakup 92,1 juta jiwa dan PKH penerima manfaatnya 6 juta jiwa,” paparnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar