Sudah 24 Hari, 29 ABK Hilang Keluar Dari Sibolga

Redaksi: Sabtu, 27 Januari 2018 | 21.23.00

Pelepasan kapal pencari KM Mega Top III dari UD Sinar Mas (Foto: Jaenal)


SIBOLGA| HARIAN9
Sejak terhitung  tanggal 3 Januari 2018 lalu, 29 nelayan asal Kota Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah Sumatera Utara hilang tanpa kabar. Nelayan ini adalah berasal dari perusahaan Anak Buah Kapal (ABK) KM Mega Top III. Dan pihak UD Sinar Mas selaku pemilik Kapal KM Mega Top III telah mengirimkan satu unit kapal miliknya untuk berangkat melakukan pencarian, Minggu (21/01/2018).

Korpos SAR Kabupaten Sibolga, Adlin Buyung Nasution mengatakan, bahwa sesuai instruksi pihaknya telah melakukan pemantauan dan observasi, dan bersandar di pelabuhan Gunung Sitoli.

“Kapal mesin yang bisa digunakan cuma satu, penyisiran dan pencarian sudah  kita lakukan namun belum menjawab pasti. Kalau rekam pencarian, ya itu silahkan ditanya langsung ke Kapten Kapal,” paparnya, Jumat (25/1/2018).

Dituturkannya, respon dari instansi di level nasional terkait persoalan ini agaknya masih terlihat lamban. Kabar terbaru baik hasil analisis ataupun prediksi dari lembaga berwenang terkait kasus ini juga tak kunjung diterima. 

Kepala PPN Sibolga, Rustardi mengatakan,kita sudah menginfokan ke petinggi, ke Bakamla sudah, Baharkam, Basarnas sudah, kementrian sudah, upaya-upaya itu dilakukan, dan yang sulit sekarang ini, itu berdasarkan rapat kemarin, posisi nya di 8 mil di luar ZEE (Zona Ekonomi Eksklusif),” ungkapnya.

Sementara itu, Kadis Perikanan Sibolga, Hendra Darmalius mengatakan, bahwa Kementrian melalui PSDKP ini akan berupaya membantu pencarian dan juga ini tinggal menunggu persetujuan Menteri Perikanan akan disisir sepanjang perairan laut di pantai barat Sumatera, "pihak Basarnas menginformasikan melalui SAR-SAR sepanjang Sumatera dan Basarnas juga sudah menyampaikan notice diplomatik ke negara di Samudra Hindia, Srilangka, Maroko hingga Australia,” pungkasnya.(jae9)



Komentar