Tiada Hari Tanpa Panen di Yogyakarta

Redaksi: Selasa, 09 Januari 2018 | 07.00.00

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Muhammad Syakir melaksanakan panen di Kabupaten Bantul, yaitu Desa Srihardono, Kecamatan Pundong, Senin (8/01).  (Foto: kementan)


YOGYAKARTA| HARIAN9
Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian Muhammad Syakir kembali melanjutkan safari panennya ke Provinsi DI Yogyakarta. 

Kali ini Syakir melaksanakan panen di dua lokasi di Kabupaten Bantul, yaitu Desa Argomulyo, Kecamatan Sedayu dan Desa Srihardono, Kecamatan Pundong. 

Di Kecamatan Sedayu, dirinya memanen padi varietas Ciherang seluas 25 Ha yang sebagian besar diantaranya telah menerapkan teknologi Jajar Legowo. Hasil ubinan di lokasi ini sangat menggembirakan karena mencapai 8,96 ton/ha gabah kering panen.

Usai panen, pria asal Sulawesi Selatan ini juga menyerahkan bantuan benih varietas unggul baru Inpari 30 sebanyak 1 ton serta meresmikan gudang benih baru di kelompok tani Dusun Samben, Sedayu.

Sementara, di Kecamatan Pundong, lahan yang dipanen seluas 32 Ha dengan hasil ubinan mencapai 8,32 ton/Ha. 

“Ini adalah produktivitas yang cukup tinggi mengingat musim ini biasanya musim paceklik, tapi ternyata kita bisa panen dengan produktivitas yang tinggi” ujarnya, Senin (8/01).

Di wilayah ini petani menggunakan varietas Situ Bagendit yang merupakan varietas unggul tahan kering. Syakir menambahkan bahwa di 2018 ini kebijakan dari pemerintah khususnya terkait bantuan akan terus ditingkatkan. 

“Bantuan alsintan dan irigasi ditingkatkan, embung juga ditingkatkan untuk ketersediaan air, karena jika air tersedia maka akan selalu ada pertanaman dan bisa multi komoditas sehingga petani akan bisa menambah pendapatan,” tambahnya.

Kepala Balitbangtan juga melihat bahwa wilayah DI Yogyakarta sudah menuju mandiri benih, dan Balitbangtan akan mendukung dengan menyediakan benih varietas unggul baru secara gratis bekerjasama dengan pemerintah daerah dan TNI. 

“Beberapa kelompok tani sudah bersedia, dan tadi sudah diawali di Bantul," jelasnya.

Ditambahkannya, mengenai pentingnya mandiri benih kaitannya dengan pencapaian swasembada pangan dan kesejahteraan petani. 

”Dengan mandiri benih ini bisa mempercepat penggunaan varietas unggul baru, tidak ketergantungan dengan benih lain dari luar, selain itu juga mampu menambah pendapatan petani penangkar benih," imbuhnya. 

Kebutuhan benih untuk DI Yogyakarta sendiri diperkirakan sebanyak 75 ton dan Balitbangtan siap untuk mendukung pemenuhan kebutuhan benih tersebut.

Hal lain yang menarik adalah kehadiran BULOG dalam panen ini. Dengan kehadiran BUMN pangan tersebut diharapkan hasil panen yang melimpah di bulan Januari hingga Maret 2018 ini dapat langsung diserap sesuai target yang ditetapkan oleh pemerintah untuk keamanan stok pangan nasional.

Selain itu, serapan gabah oleh BULOG ini juga mampu memberi jaminan kepada petani untuk mendapatkan harga penjualan gabah yang menguntungkan. Di dua lokasi panen di DI Yogyakarta sendiri, BULOG menyerap dengan harga Rp.5.000 per kilogram. (kementan/03)
Editor: Mardan H Siregar









Komentar