Dinas PPPA Labuhanbatu Gelar Sosialisasi Pemberdayaan Gender

Redaksi: Rabu, 28 Februari 2018 | 06.25.00

Acara pelaksanaan sosialisasi Pemberdayaan Gender, Senin (26/02/18) di Rantauprapat Labuhanbatu. (Foto: Thamrin Nasution) 

LABUHANBATU| HARIAN9
Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Labuhanbatu, Senin (26/02/18) menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Lembaga yang berbasis Gender dilaksanakan di Darma Melati Hotel, jalan Jend. A. Yani Gang Ladon Rantauprapat.

Kepala Dinas (Kadis) PPPA Kabupaten Labuhanbatu, Dra. Hj. Ermida Rambe mengatakan, peran serta perempuan sangatlah diperlukan dalam mendukung program pembangunan Pemerintah, oleh karena itu keberadaan perempuan harus kita setarakan dengan keberadaan laki-laki minimal 30 persennya dilibatkan. 

Selanjutnya dinyatakannya, salah satu hal yang menjadi perbedaan antara perempuan dengan laki-laki dalam peran, fungsi, hak dan prilaku semua itu dibentuk oleh ketentuan sosial dan budaya setempat, menyikapi hal tersebut pemberdayaan perempuan harus diterapkan diantaranya dengan cara Pengarustamaan Gender (PUG) 

"Pengarustamaan Gender (PUG) merupakan strategi untuk mencapai kesetaraan dan Keadilan Gender (KKG) melalui kebijakan program kegiatan dengan memperhatikan pengalaman ,aspirasi kebutuhan, manfaat dan permasaalahan perempuan dan laki-laki yang berbeda ke dalam petencanaan di berbagai bidang kehidupan dan pembangunan," katanya.

Sementara Nara sumber dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Sumatera Utara,  Dr. Hj. Marhamah MSi dalam menyampaikan, keterlibatan perempuan dalam perencanaan pelaksanaan pemantauan dan evaluasi dari seluruh kebijakan program kehidupan dan pembangunan harus benar-benar di monitoring pelaksanaannya agar keberadaan Perempuan dan laki-laki jadi seimbang atau setara gender.

Lebih lanjut disampaikannya  bahwa Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang terdiri dari Ayah, Ibu dan Anak seperti yang tertera dalam Undang-undang Nomor 52 Tahun 2009, maka diperlukan juga dukungan dan peran serta Pemerintah untuk membuat kebijakan dan memperhatikan aspek penyedia pelayanan dan penerima manfaat yang melibatkan masyarakat dan dunia usaha

"Saya mengajak agar saling bahu membahu bersinergi dalam pelaksanaan pemberdayaan perempuan dan anak melalui strategi Pengarusutamaan Gender (PUG) karena strategi PUG terintegrasi dalam organisasi masyarakat untuk mendukung peningkatan perempuan dalam pengambilan kebijakan," paparnya

Acara ini diikuti Ibu-ibu PKK, beberapa Lembaga berbasis Gender dari sembilan Kecamatan atau se Kabupaten Labuhanbatu. (Trn9) 
Editor: Mardan H Siregar



Komentar