EFISIENSI USAHA BUDIDAYA TERNAK SAPI POTONG DI PROVINSI SUMATERA UTARA

Redaksi: Kamis, 15 Februari 2018 | 00.18.00

Struktur Ongkos Usaha Ternak Sapi Potong Per Ekor. (Sumber: BPS 2018)


Oleh: Rita Herawaty br Bangun

Ternak sapi potong sebagai salah satu sumber protein berupa daging, produktivitasnya masih sangat memprihatinkan karena volumenya masih jauh dari target yang diperlukan konsumen. 

Permasalahan ini disebabkan oleh produksi daging masih rendah. Beberapa faktor yang menyebabkan volume produksi daging masih rendah antara lain populasi dan produksi rendah.

Usaha ternak sapi potong di Indonesia sebagian besar masih merupakan usaha peternakan rakyat yang dipelihara secara tradisional bersama tanaman pangan. 

Pemeliharaannya dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu pemeliharaan sebagai pembibitan dan pemeliharaan sapi bakalan untuk digemukkan. 

Peningkatan efisiensi usaha dengan memaksimalkan efisiensi produksi merupakan tujuan utama dari semua usaha budidaya peternakan. 

Berdasarkan hasil Survei Struktur Ongkos Usaha Peternakan (SOUT-STU) tahun 2017, total biaya per ekor yang dikeluarkan oleh peternak sapi potong selama setahun di Provinsi Sumatera Utara sebesar 1,67 juta rupiah. 

Biaya terbesar adalah biaya pakan yaitu sebesar 811 ribu rupiah (48,53 persen) diikuti upah tenaga kerja sebesar 575 ribu rupiah (34,40 persen) (BPS,2018).

Nilai produksi yang diterima oleh peternak sapi potong selama setahun sebesar 2,44 juta rupiah sehingga pendapatan yang diterima oleh peternak sapi potong adalah sebesar 772 ribu rupiah.  

Untuk melihat apakah kegiatan usaha budidaya ternak sapi potong ini efisien atau tidak efisien maka digunakan perbandingan antara nilai produksi dengan biaya produksi (R/C ratio).  

Berdasarkan hasil perhitungan maka diperoleh R/C ratio sekitar 1,46 yang artinya bahwa setiap pengeluaran 1 rupiah akan menghasilkan penerimaan sebesar 1,46 rupiah sehingga dapat disimpulkan bahwa usaha budidaya ternak sapi potong di Provinsi Sumatera Utara efisien atau layak diusahakan.

Kendala umum dalam pengembangan budidaya ternak sapi potong adalah produksi dan produktivitas yang masih rendah karena sistem usaha yang masih konvensional. 

Upaya peningkatan efisiensi pada budidaya ternak sapi potong dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis serta pengelolaan managemen melalui pelaksanaan kegiatan penyuluhan, bimbingan teknis yang akan meningkatkan produktivitas peternak yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan peternak. (Rita Herawaty br Bangun, Fungsional Statistisi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara)
Editor: Mardan H Siregar 

Referensi
BPS, 2018. Hasil Survei Struktur Ongkos Usaha Tanaman Palawija Provinsi Sumatera Utara Tahun 2017. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan




Komentar