Gerhana Bulan Umat Muslim Paluta Gelar Shalat Khusuf

Redaksi: Kamis, 01 Februari 2018 | 22.27.00

Umat muslim yang ada di Kabupaten Paluta gelar shalat sunnah gerhana di Mesjid Raya Gunung Tua, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Rabu (31/1) malam. (Foto: Akhir S Rambe)


PALUTA| HARIAN9
Umat muslim di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar shalat Shalat Khusuf (Shalat sunnah gerhana) atas terjadinya peristiwa Gerhana Bulan Total yang berlangsung, Rabu (31/1) malam. 

Shalat gerhana digelar di sejumlah tempat antara lain terpantau di Mesjid Raya Gunung Tua, Mesjid Alfalah Gunung Tua, sejumlah warga yang ada di kecamatan, seperti di Kecamatan Padang Bolak, Simangambat, Ujung Batu dan kecamatan lainnya.

Di Mesjid Raya Gunung Tua (depan SPBU Gunung Tua), jamaah tidak hanya kaum pria dan anak-anak. Ibu-ibu dengan mengenakan mukena warna putih tampak ambil bagian mengikuti shalat di baris bagian belakang dan untuk pelaksanaannya dilakukan setelah melaksanakan shalat Isya, kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan Ustad H Parundingan Hasibuan Sag, Bilal H Mukti Ali Siregar dan bertindak sebagai imam Ustad H Agussalim Harahap.

“Sampai pukul 20.25 WIB langsung melaksanakan shalat dengan niat kepada Allah SWT. Shalatnya dilakukan dua rakaat dengan membaca niat shalat gerhana,” kata Ketua MUI Kabupaten Paluta H Mukti Ali Siregar melalui Sekretaris H Adabul Ahyar Siregar, Kamis (1/2).

Tambahnya, himbauan untuk melaksanakan sholat gerhana dari Kemenag dan MUI Paluta sebelumnya sudah ada yakni dengan membuat surat edaran untuk disebar ke kecamatan dan pondok pesantren yang ada di Kabupaten Paluta.

Usai melaksanakan sholat gerhana, sejumlah warga tampak antusias dan beramai-ramai menyaksikan gerhana bulan tersebut dari halaman mesjid. Selain melihat dengan mata telanjang tanpa menggunakan alat, warga juga tampak ramai mengabadikan fenomena alam itu dengan menggunakan kamera handphone miliknya.

“Bulan nampak agak kemerahan meskipun bulatannya tidak utuh dan tidak terang karena tertutup oleh kabut,” kata salah satu warga Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak Apandi Harahap sembari menambahkan bahwa katanya fenomena gerhana bulan yang dinamai super blue blood moon dapat dinikmati dengan mata telanjang meski langit tidak terlalu cerah.(Kadek9)
Editor: Mardan H Siregar








Komentar