Padat Karya Tunai di Gowa Berikan Harapan Baru

Redaksi: Jumat, 16 Februari 2018 | 01.23.00

Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo meninjau langsung aktivitas padat karya tunai pembangunan jalan tani di Desa Borong Pa'la'la, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (15/02). (Foto: kemenkeu)


GOWA| HARIAN9
Warga di Desa Borong Pa'la'la, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kini mendapat harapan baru dengan dibangunnya jalan usaha tani dari dana desa dengan skema padat karya tunai. Jalan tani tersebut menjadi salah satu nadi perekonomian masyarakat desa yang 90 persen bermatapencaharian sebagai petani.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo meninjau langsung aktivitas padat karya tunai pembangunan jalan tani di Desa Borong Pa'la'la, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Kamis (15/02).

"Kami melihat pekerjaan program padat karya tunai yang dibiayai dana desa. Mereka bangun jalan desa, jalan ditengah sawah sampai jembatan. Selama ini masyarakat harus mutar, jadi kalau hujan repot. Sekarang masyarakat lebih mudah," ujarnya sebagaimana dilansir dari laman resmi Kementerian Desa PDTT. (kasih link aktif ke web kemendesa)

Dari total dana desa 2018 yang diterima sebesar Rp.1,39 Miliar, jalan tani sepanjang 200x2 meter dan jembatan besi sepanjang 4 meter tersebut mendapatkan alokasi sebesar Rp.117 juta. 

Anggaran sekitar Rp.38 juta dari pembangunan tersebut diantaranya digunakan untuk upah pekerja. Melibatkan sekitar 50 orang warga miskin dan pengangguran, pengerjaan infrastruktur desa tersebut ditargetkan selesai dalam 30 hari. Upah untuk tukang sekitar Rp.122.000 dan upah untuk pekerja sekitar Rp.102.000 per hari.

Sementara itu, Kepala Desa Borong Pa'la'la Ramli Supriadi menyatakan, pemanfaatan dana desa sudah sesuai hasil. Sejumlah infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi terus dibangun. Pembangunannya pun sudah sesuai dengan hasil musyawarah desa.

"Apa yang kita bangun sesuai dengan kebutuhan warga. Kami fokus pada petani karenanya membuat jalan tani. Kalau dulu susah untuk pelihara padi, susah beli pupuk ke luar dan susah bawa hasil panen, maka dibuatkan jalan usaha tani dari dana desa ini," ujarnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar






Komentar