Perbaiki Terus Iklim Investasi dan Ekspor

Redaksi: Kamis, 15 Februari 2018 | 01.03.00

Presiden Jokowi menyampaikan arahan pada sidang kabinet paripurna, di Istana Negara, Jakarta (12/2). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi momentum pertumbuhan ekonomi yang trendnya semakin meningkat dari 5,06 persen di triwulan ketiga 2017 menjadi 5,19 persen di triwulan keempat 2017. Ia menginginkan trend peningkatan pertumbuhan ekonomi ini terus berlanjut di 2018.

“Apalagi saya melihat langkah ekspor kita, terutama di sektor komoditas dan batubara menunjukkan kinerjanya yang semakin meningkat. Begitu pula dengan konsumsi rumah tangga yang kita harapkan semakin membaik sejalan dengan berjalannya program Padat Karya Tunai di beberapa daerah,” katanya dalam arahannya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (12/02) siang.

Diingatkannya juga,  bahwa investasi dan ekspor adalah kunci menggerakkan pertumbuhan ekonomi agar bisa tumbuh lebih tinggi lagi. Oleh sebab itu, Presiden meminta agar jajarannya terus memperbaiki iklim kemudahan berusaha, berinvestasi dari pusat sampai provinsi, kabupaten, dan kota.

”Ini sudah lama di tunggu-tunggu oleh para pengusaha,” ujarnya.

Selain investasi, diingatkannya, bahwa ekspor memiliki kontribusi 20,37 persen dari PDB (Produk Domestik Bruto). 

Menurutnya, ini seharusnya bisa ditingkatkan lagi dengan langkah-langkah terobosan, mulai dari percepatan penyelesaian hambatan-hambatan yang dihadapi para eksportir dalam negeri dan juga harus mulai melibatkan para pelaku usaha dan BUMN untuk menggarap pasar-pasar ekspor non tradisional.

Untuk itu, Presiden memerintahkan Kementerian Luar Negeri untuk pameran di negara-negara non tradisional ini di mulai tahun depan. 

Selain itu ia juga memerintahkan para duta besar, para Konjen, Konsul, Atase Perdagangan untuk memperkuat diplomasi ekonomi, memperkuat intelijen ekonomi agar mereka menjadi ujung tombak promosi, ruang investasi, dan juga jeli melihat peluang-peluang ekspor yang bisa dilakukan dari negara kita.

“Awal tahun depan sudah mulai dilakukan untuk terutama negara-negara yang berpenduduk besar, seperti Pakistan, Bangladesh, atau misalnya di Afrika yang penduduknya banyak dengan pertumbuhan ekonomi yang juga tinggi,” ujarnya. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar