Potensi Pengembangan Komoditas Kemenyan di Sumatera Utara

Redaksi: Selasa, 20 Februari 2018 | 15.58.00

Grafik Luas Tanaman Kemenyan Sumatera Utara Tahun 2012-2016 (hektar). (Sumber: BPS 2017)


Oleh: Rita Herawaty

Kemenyan merupakan salah satu komoditas hasil hutan non kayu yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Kemenyan adalah sejenis getah yang dihasilkan oleh pohon kemenyan (Styrax spp) melalui proses penyadapan.

Sebagai salah satu hasil hutan bukan kayu getah kemenyan dapat diolah dan dimanfaatkan untuk berbagai kegunaan. Kemenyan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku obat-obatan, kosmetik, dan sering digunakan dalam upacara tradisional. Daerah potensial penghasil kemenyan di Sumatera Utara adalah Kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara. 

Grafik Produksi Kemenyan Sumatera Utara Tahun 2012-2016 (ton). (Sumber: BPS 2017)


Jenis kemenyan yang dikembangkan oleh masyarakat di Kabupaten Tapanuli Utara dan Humbang Hasundutan adalah Styrax sumatrana J.J SM atau kemenyan toba dan Styrax benzoin DRYAND atau kemenyan durame. 

Kedua jenis tersebut dapat dibedakan dari aroma dan warna getah yang dihasilkan, yaitu aroma getah toba lebih tajam dengan warna yang lebih putih dibandingkan kemenyan durame. 

Kemenyan toba merupakan jenis yang disenangi oleh masyarakat karena dalam perdagangan lokal getahnya lebih tinggi dibandingkan dengan kemenyan durame.

Produksi kemenyan di Sumatera Utara selama 4 tahun terakhir belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Selama empat tahun terakhir produksi kemenyan tumbuh 1,56 persen per tahun sedangkan luas tanaman tumbuh 0,06 persen per tahun. 

Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan komoditas kemenyan ini adalah terbatasnya kemampuan petani dalam hal teknis dan managemen pemasaran. 

Kemenyan masih dibudidayakan secara tradisional dan terbatasnya akses informasi petani dalam hal teknis pemasaran menyebabkan produksi kemenyan selama ini belum maksimal.

Pemerintah harus ikut berperan dalam pengembangan komoditas kemenyan ini karena Provinsi Sumatera Utara berpotensi sebagai daerah penghasil kemenyan kelas dunia, jika pemberdayaan petani diefektifkan. 

Sebab pohon kemenyan yang tumbuh di provinsi ini, dikenal memiliki kualitas yang baik (https://finance.detik.com, 12 Maret 2007).  

Pemerintah berperan dalam mengeluarkan kebijakan yang mendorong system pemasaran dan meningkatkan kualitas petani kemenyan dalam hal budidaya yang dapat mendorong peningkatan produksi sehingga pendapatan petani meningkat yang berdampak pada meningkatnya kesejahteraan. (Rita Herawaty, Fungsional Statistisi Badan Pusat Sitatistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara)
Editor: Mardan H Siregar 


Referensi 
BPS, 2017. Sumatera Utara dalam Angka Tahun 2017. BPS Provinsi Sumatera Utara. Medan
https://finance.detik.com, 12 Maret 2007








Komentar