SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


BBPOM Medan Berhasil Sita Obat Herbal Senilai Rp 2,5 Miliar Tanpa Izin Edar

Redaksi: Jumat, 30 Maret 2018 | 17.50.00

Kepala BBPOM Medan, Yulius Sacramento Tarigan,Pada saat menjelaskan obat sitaan tak berizin edar  senilai 2.5 milyar kepada awak media. (Foto: Jaenal Abidin)

MEDAN| HARIAN9
Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Medan, Yulius Sacramento Tarigan mengatakan, pihaknya telah menyita ribuan produk obat tradisional herbal, yang mengandung bahan kimia obat (BKO) tanpa izin edar dari dua lokasi berbeda senilai Rp.2,5 miliar.

"Obat yang tak terdaftar di BPOM RI ini masing-masing kita amankan dari ruko di Jalan Pancing dan di Jalan Brig Jend Bejo/Cemara Medan," jelasnya, Jumat (30/3/2018).

Dituturkannya, obat tradisional herbal ini rencananya akan diedarkan di seluruh Indonesia, di mana bahan baku obat ini didatangkan melalui perusahaan Multi Level Marketing (MLM) perwakilan Malaysia.

"Produk ini sudah beredar di Sumatera Utara, Surabaya, Semarang, Bandung, Yogya dan daerah lainnya," katanya.

Adapun obat-obatan tradisional tersebut, yaitu Biocypress 1.020 kotak, powder Biocypress dalam almunium powder 28.800 sachet, pil hitam Biocypress 108.800 blister, pil hitam Biocypress strip 38 ball/kodi, pil hitam Biocypress dalam goni 9 goni, dan Biocypress Mahoni instant 18.240 blister.

"Selain itu kita juga amankan kemasan kotak besar 5.000 lembar, kemasan kotak kecil 3.200 lembar, segel produk warna silver, 518.400 lembar, dan alat sealing merek 1 unit," ujarnya.

Ditambahkannya, obat  ini diklaim sebagai obat nyeri sendi, rematik, dan jantung. Dan obat ini murni penipuan kepada masyarakat.

"Obat ini secara terselubung diedarkan melalui pemasaran online. Namun kami belum bisa memastikan, apakah obat ini merupakan bagian dari MLM atau hanya desain marketingnya saja yang dikreasikan sebagai MLM," ujarnya.

Ditegaskannya, bagi tersangka akan dijerat dengan UU kesehatan no 36 dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp.1,5 Miliar. Saat ini tersangka masih menjalani proses lanjut untuk proses pro justisia. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar