Bentrok Dengan Polisi, Tiga Pengunjuk Rasa Luka-Luka

Redaksi: Kamis, 01 Maret 2018 | 17.57.00

Personil kepolisian saat bentrok dengan massa dari salah satu Paslon yang mencoba berbuat anarkis saat perhitungan hasil suara di KPU, pada adegan simulasi Sispam Pilkada serentak 2018 di di stadion HM Nurdin Padangsidimpuan, Senin (26/2).( Foto: Riswandy)



PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Tiga pengunjuk rasa luka-luka setelah bentrok dengan aparat kepolisian dalam aksi ujuk rasa di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Padangsidimpuan terkait tuntutan massa untuk dilakukan pemilihan ulang pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Padangsidimpuan tahun 2018.

Bentrokan antara aparat kepolisian dengan massa pendukung salah satu Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan itu terungkap dalam peragaan simulasi Sistim Pengamanan (Sispam) Pilkada Walikota dan Wakil Walikota yang dilakukan ratusan aparat kepolisian dari Kepolisian Resort (Polres) Padangsidimpuan dan personil Brimob di stadion HM Nurdin Padangsidimpuan, Senin (26/2).

Simulasi yang menampilkan 4 adegan tersebut dihadiri Penjabat (Pj) Walikota Padangsidimpuan DR. H Sarmadan Hasibuan, SH, MM diwakili Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Padangsidimpuan Drs. H Zulpeddi Simamora, MM, anggota DPRD Kota Padangsidimpuan H. Marataman Siregar, SH, Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Hilman Wijaya, S.Ik, MH, unsure Forkominda, Komisioner KPU Kota Padangsidimpuan dari Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muktar Helmi Nasution SPd.I,MPd, Ketua Komisioner Panwaslih Kota Padangsidimpuan, ‎Syafri Muda Harahap, tokoh masyarakat, pimpinan OKP dan undangan lainnya.

Selain itu juga turut hadir tiga Paslon Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan masing-masing Calon Wakil Walikota Nomor 1 Alipada Harahap, Paslon Nomor 2 yakni Calon Walikota Rusydi Nasution dan Calon Wakil Walikota Abdul Rosad Lubis serta Calon Wakil Walikota Nomor 3 Arwin Siregar.

Peragaan yang ditampilkan personil Polres Padangsidimpuan yang di back up personil Brimobdasu itu pada intinya bagaimana cara melakukan tindakan persuasive dan represif dalam mengamankan pelaksanaan Pilkada serentak di Kota Padangsidimpuan.

Aksi keributan oleh massa salah satu pendukung Paslon Walikota dan Wakil Walikota, diawali saat dilakukan proses pelaksanaan pencoblosan dan penghitungan hasil suara di salah satu Tempat Pemungutan Suara (TPS)     

Usai perhitungan suara, massa salah satu pendukung Paslon Walikota dan Wakil Walikota melakuan protes akibat adanya dugaan kecurangan hasil rekapitulasi perhitungan suara yang merugikan Paslon mereka.

Situasi semakin memanas, karena tidak ada titik temu yang dimediasi KPPS setempat. Akibatnya, massa mengambil sikap dengan mengobrak abrik TPS dan berusaha merebut kotak suara yang berisi hasil rekapitulasi perhitungan suara.

Namun dengan kesigapan aparat keamanan dari Linmas dan aparat kepolisian dari Polres Padangsidimpuan serta personil Brimobdasu Detacemen C, pengunjuk rasa dapat dibubarkan dan kondisi dapat terkendali.

Beberapa hari kemudian saat tahapan perhitungan suara sedang berlangsung di KPU, ratusan massa yang juga berasal dari pendukung Paslon yang sama kembali berunjuk rasa dan menuntut agar Pilkada di ulang karena massa menduga telah terjadi kecurangan.

Sambil membakar ban, massa mencoba menerobos brikade personil kepolisian yang berjaga-jaga di KPU, namun dengan bringas massa melempari kantor KPU, sehingga terjadi bentrok dengan petugas kepolisian, menyebabkan tiga pengunjuk rasa mengalami luka-luka.

Tindakan tegas yang dilakukan aparat kepolisian ini karena massa sudah tidak terkendali, sehingga massa yang mencoba melakukan blokade jalan umum dengan membakar ban bekas di tengah jalan terpaksa harus diberi tindakan tegas dan massa terlihat kucar kacir setelah aparat keamanan menembakkan air dari kederaan water canon yang telah dipersiapkan.

Setelah kondisi aman, perhitungan hasil perolehan suara kembali dilanjutkan, sementara para perusuh yang diduga sebagai provokator langsung diamankan dan dibawa ke Polres Padangsidimpuan untuk diinterogasi.

Usai peragaan simulasi Pammatan Kampanyye Paslon Wali Kota dan Wakil Wali Kota  Padangsidimpuan, Kapolres Padangsidimpuan AKBP. Hilman Wijaya, S.Ik, MH didampingi Waka Polres Kompol  JW Sijabat, SH mengatakan, peragaan yang dilakukan ini sebagai bukti keseriusan jajarannya dalam mengamankan terlaksananya Pilkada serentak dengan lancar.

Dikatakan, Simulasi peragaan Sispam Pilkada Kota Padangsidimpuan tersebut, selain untuk mengamankan para kandidat yang akan bertarung memperebutkan “Salak 1 “ pada Pilkada serentak 27 Juni 2018 mendatang, juga upaya dan tindakan hukum terhadap siapa saja yang mengganggu berlangsungnya Pilkada mulai dari tahapan kampanye, pemungutan suara hingga perhitungan suara.

“Dalam simulasi tersebut kita melibatkan 500 orang yang berperan sebagai massa dan aarat keamanan.Selain itu, kami juga akan menerjunkan lebih dari 300 personil yang dibantu oleh pasukan Brimobdasu untuk mengamankan jalannya pelaksanaan Pilkada serentak di Kota Padangsidimpuan tahun 2018 dan pihak yang merasa kurang senang dan membuat pelaksanaan Pilkada terganggung langsung diredakan dan mengamankan pelaku serta memprosesnya secara hukum,“ jelas Kapolres.

Kapolres juga mengatakan, sampai saat ini jajaran Polres Padangsidimpuan telah siap, bahkan paling siap dalam pelaksanaan Pilkada serentak, baik itu segi pengamanan, personil, dll dan semua ini telah mendapat dukungan positif  dari semua pihak baik itu para Balon KDH yang akan bertarung, maupun elemen masyarakat Kota Padangsidimpuan yang menginginkan pelaksanaan Pilkada di Kota Padangsidimpuan berjalan kondusif.

“Saya mengharapkan keseriusan kita dalam mengamankan jalannya pelaksanaan Pilkada ini dapat didukung semua pihak sehingga Pilkada serentak di Kota Padangsidimpuan dapat berjalan dengan aman dan lancar,” ungkap Kapolres.

Terpisah para ke tiga Paslon Walikota dan Wakil Walikota Padangsidimpuan masing-masing Calon Wakil Walikota Nomor 1 Alipada Harahap, Paslon Nomor 2 yakni Calon Walikota Rusydi Nasution dan Calon Wakil Walikota Abdul Rosad Lubis serta Calon Wakil Walikota Nomor 3 Arwin Siregar mengapresiasi simulasi yang dilakukan personil kepolisian tersebut.

“Kiranya selama tahapan Pilkada berlangsung, semua berjalan dengan aman dan lancer, tidak ada keributan karena kita kita semua bersaudara dan siapapun yang menang nantinya itulah yang terbaik bagi kita semua, ‘ ujar Paslon Nomor 2 Rusydi Nasution dan Abdul Rosad Lubis. (Wan9)

                                                                                                                                                      


Komentar