Bulog Wilayah Sumut Amankan Stok Beras Hingga Lebaran

Redaksi: Jumat, 09 Maret 2018 | 22.17.00

Kepala Bulog Wilayah Sumatera Utara, Benhur Ngkaimi beserta staf Bulog Wilayah Sumut di gudang beras Bulog wilayah Sumut di Medan. (Foto: Jaenal Abidin)

MEDAN| HARIAN9
Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Wilayah Sumatera Utara, Benhur Ngkaimi mengatakan, hingga lebaran, stok beras di Sumut aman. Di mana kebutuhan berkisar 10.000 ton per bulan. Dan yang paling banyak beras dibutuhkan dari Kabupaten Deliserdang. 

"Beras tak ada masalah, cukup dan aman hingga lebaran. Stok datang silih berganti," ujarnya di medan, Jumat (09/03/2018).
    
Dituturkannya, bahwa beras yang digudang Bulog saat ini untuk Rastra yang ditujukan kepada 630.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan ada juga disalurkan buat operasi pasar (OP).
   
"Sedangkan beras impor dari  India dan Thailand total 20.000 ton sudah masuk dan bongkar di Pelabuhan Belawan. Proses bongkar beras memang agak lama karena banyaknya perlengkapan surat dari beberapa instansi seperti Balai Karantina Pertanian maupun Bea Cukai," katanya 
    
Ditambahkannya, beras impor merupakan titipan pemerintah untuk cadangan beras pemerintah. Dan 10.000 ton lagi sudah berada di gudang juga ada 10.000 lagi bongkar di Belawan. 

"Beras itu masih disimpan di gudang karena penyalurannya menunggu perintah dari pemerintah," jelasnya.
                           
Sedangkan Rastra, disebutkannya, tahun 2018 ini sudah disalurkan ke 34 kabupaten/kota dan mulai tahun ini gratis diberikan kepada 630.000 KPM yang ditunjuk daerahnya masing-masing. Cuma dapat hanya 10 kg per KPM. Setiap KPM 10.000 jadi tiap bulan Rastra disalurkan sebanyak 6.300 ton.
    
"Sedangkan kalau operasi pasar (OP) beras sejak November 2017 hingga sekarang sudah didistribusikan sebanyak 14.000 ton, paling banyak di Medan.  Harga eceran tertinggi (HET) beras medium ditetapkan pemerintah Rp.9.850 per kg," tuturnya.

Selama ini untuk menstabilkan harga beras hanya OP berkisar 10-20 persen saja dari kebutuhan pasar. Sebab idealnya kebutuhan pasar diperoleh dari petani  70-80 persen. 

"Kalau intervensi tak begtu besar. Kalau besar, namanya bukan OP lagi," ungkapnya.
      
Sedangkan penyerapan beras petani selama tahun 2018 (dua bulan lebih) mencapai 800 ton, paling besar dalam 10 tahun terakhir. Biasanya paling banyak dalam setahun 500 kg. Harga beli yang ditetapkan pemerintah Rp.7.300 per kg, tapi Bulog membelinya fleksibel dari Rp.8.600 per kg hingga Rp.8.700 per kg.  Beras komersial di atas Rp.10.000. 

"Bulog targetkan penyerapan beras petani 20.000 ton," pungkasnya. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar