Dirjen Tanaman Pangan Kementrian RI Didampingi Dandim 0824 Kunjungi Petani Di Jember

Redaksi: Sabtu, 31 Maret 2018 | 01.22.00


Dirjen Tanaman Pangan kementrian Pertanian RI Sumardjo Gatot Irianto berkunjung ke Jember dalam rangka mengecek hasil panen. Percepatan tanam dn luas tambah tanam di Kabupaten Jember. (Foto: Sis24)


JEMBER| HARIAN9
Dirjen Tanaman Pangan kementrian Pertanian RI Sumardjo Gatot Irianto berkunjung ke Jember dalam rangka mengecek hasil panen. Percepatan tanam dn luas tambah tanam di Kabupaten Jember.

Dalam kunjungannya Sumardjo Gatot Irianto didampingi oleh Dandim 0824 Letkol Inf Arif Munawar, Kepala Dinas Pertanaman Pangan Kab Jember Ir. Maskur beserta staf, Pasi Teritorial Kodim 0824 Kapten Arm M Ismuni serta Ketua KTNA Sucipto beserta Pengurus KTNA Kabupaten Jember.

Di beberapa tempat yang menjadi sasaran kunjungan pada Jumat (30/03/2018) Pukul 14.00 WIB diantaranya yang pertama dilahak kelompok tani Tirta Indah Dsn Krajan Ds Kertonegoro Kec Jenggawah  pada saat tersebut memanen sekitar 5 hektar lahannya dan dari hasil ubinan perolehan per hektarnya mencapai 10,97 ton.

Selanjutnya Dirjen Pertanaman Pangan menuju ke lahan Kelompok Tani Melati Putih Dsn Krajan Ds Klompangan mengecek hasil persemaian bibit dan pengolahan lahan yang akan tanam demikian halnya di Kelompok tani Bina Tani Dsn Krajan Ds Lengkong Kec Mumbulsari yang juga mengecek luas tambah tanam dan percepatan tanam.

Dalam wawancaranya Sumardjo gatot Irianto menyatakan bahwa kondisi serapan gabah petani hingga saat ini berjalan dengan baik, kemudian terkait dengan Harga Patokan Pemerintah (HPP) Padi saat ini memang msih kalah dengan harga tengkulak namun petani semakin yakit dengan dibeli murah oleh Bulog namun dengan uang cash tentunya akan mempercepat perputaran uang sehingga petani lebih memilih menjual ke Bulog.

Saat ditanyakan apakah HPP gabah ini tidak ada rencana dinaikkan, dengan didampingi oleh Dandim 0824 Letkol Inf Arif Munawar dengan tegas Sumardjo Gatot Irianto menyatakan bahwa untuk HPP masih tetap dan kalaupun dinaikkan pada saat-saat panen raya seperti ini justru akan bunuh diri, karena sebelum HPP itu dinaikkan padi akan naik tidak karuan dan akan membuat pasar semakin tidak karuan dan yang rugi juga rakyat.

"Kemudian saat dimintai tanggapannya terhadap pendampingan petani yang melibatkan TNI dengan jelas Sumardjo Gatot Irianto menyampaikan bahwa hal tersebut merupakan perintah Presiden RI dan kita bersama TNI selaku pelaksana ya harus melaksanakan dengan baik," pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pertanaman Pangan Kabupaten Jember Ir Maskur saat diwawancarai terkait dengan perkembangan pertanian di Kabupaten jember menyatakan bahwa untuk tahun 2018 utamanya pada musim tanam pertama ini hasil produksinya cenderung meningkat, hal ini berdasarkan ubinan yang telah dilakukan dibeberapa tempat terutama wilayah Jember bagian selatan seperti Ambulu dan Wuluhan kemarin ada yang menembus 12 ton per hektar.

Hal tersebut menurut Ir Maskur sangat luar biasa  karena selama musim tanam Oktober 2017 sampai dengan Maret 2018 ini memang gangguan hama relatif sangat kecil sehingga petani sangat menikmati hasilnya, dan hal tersebut tentunya juga faktor intensitas  pendampingan PPL bersama Babinsa yang aktif turun di lapangan.    

Sementara itu Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar saat dikonfirmasi usai mendampingi Dirjen Pertanaman pangan tersebut menyampaikan bahwa Kunjungan Dirjen Pertanaman pangan merupakan monitoring yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat terhadap pelaksanaan program di tingkat bawah, saya kira hal tersebut suatu kehormatan bagi kita di daerah.

Selanjutnya terkait dengan program pendampingan untuk wilayah Kabupaten jember  progres LTT (Luas Tambah tanam) kita sudah melebihi angka yang ditargetkan yaitu yang ditargetkan 99.286 Hektar kita sudah mencapai 100.298 Hektar dan ini berkat kerja keras anggota bersama PPL maupung unsur Dinas Pertanaman Pangan D ilapangan.

Lebih lanjut Letkol Inf Arif Munawar menyatakan bahwa terkait dengan tugas pendampingan ini karena hal tersebut merupakan tugas negara pasti akan kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. 

"Tidak ada kata lain selama itu perintah maka sebagai Prajurit TNI akan menjalankan perintah  berjuang sampai titik darah penghabisan," pungkasnya. (Sis24)
Editor: Mardan H Siregar 


Komentar