SELAMAT HUT ACEH TAMIANG


Hasil Penjualan Sukuk Negara Ritel seri SR-010

Redaksi: Minggu, 25 Maret 2018 | 00.50.00



JAKARTA| HARIAN9
Pemerintah menetapkan hasil penjualan dan penjatahan Sukuk Negara Ritel seri SR-010 sebesar Rp.8,44 triliun dengan jumlah investor tercatat sebanyak 17.922 orang, Jumat (23/03).

Hasil penjualan dan penjatahan ini sedikit lebih besar dari target awal oleh seluruh agen penjual yaitu sebesar Rp.8,1 triliun. Penjualan sukuk ritel SR-010, yang mempunyai tingkat imbalan 5,9 persen dengan tanggal jatuh tempo pada 10 Maret 2021, kepada individu WNI ini, dilakukan oleh 22 agen penjual.

Dari 22 Agen Penjual tersebut, yang melakukan penjualan terbesar untuk kategori bank konvensional adalah PT Bank Central Asia, Tbk sebesar Rp.1,37 triliun untuk kategori bank syariah adalah PT Bank Syariah Mandiri sebesar Rp.521,9 milliar dan untuk kategori perusahaan sekuritas adalah PT Trimegah Sekuritas Indonesia, Tbk sebesar Rp.644,5 miliar.

Sebagai informasi, instrumen keuangan berbasis syariah di Indonesia memilki potensi besar dalam pembangunan nasional. Dengan masyarakat membeli Sukuk Ritel, selain memilih instrumen investasi yang aman namun juga sangat berguna bermanfaat bagi masyarakat karena turut serta membiayai proyek pembangunan.

Penjualan SR-010 menjangkau 17.922 investor di seluruh provinsi di Indonesia dengan rata-rata pembelian Rp.471 juta per investor. Adapun profil investor Sukuk Negara Ritel seri SR-010 adalah sebagai berikut:

Pertama, Jumlah investor terbesar berada pada kisaran pembelian Rp.5 juta-Rp.100 juta (43,94%) dan pada kisaran pembelian Rp.105 juta-Rp.500 juta (35,40%).

Kedua, Jumlah investor terbesar berdasarkan wilayah berasal dari Indonesia Bagian Barat selain DKI Jakarta yaitu mencapai 56,90 persen. Sedangkan wilayah DKI Jakarta mencapai 32,04 persen, wilayah Indonesia Bagian Tengah 10,47 persen dan di wilayah Indonesia Bagian Timur 0,59 persen.

Ketiga, Jumlah investor terbesar berdasarkan kelompok profesi adalah Profesional, Pegawai Swasta, dan BUMN/Lembaga dengan persentase sebesar 32,75 persen.

Keempat, Berdasarkan kelompok umur, jumlah investor terbesar berada pada kelompok umur 41-55 tahun, yaitu mencapai 38,26 persen.

Untuk informasi lengkap dapat dilihat pada Keterangan pers Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR). (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 





Komentar