JPO Di Jalan Sudirman Padangsidimpuan Terancam Ambruk

Redaksi: Sabtu, 31 Maret 2018 | 19.24.00

JPO yang berada di Jalan Sudirman Kelurahan Wek I Kecamatan Padangidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan yang sudah lama tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya, karena kondisinya yang mulai keropos sehingga mengancam keselamatan warga, Sabtu (31/3). (Foto: Riswandy)


PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berdiri membelah Jalan Sudirman Kelurahan Wek I Kecamatan Padangidimpuan Utara Kota Padangsidimpuan sudah lama tidak dimanfaatkan sesuai fungsinya, bahkan kondisinya sudah tidak layak lagi untuk diseberangi orang karena mulai membahayakan dan sewaktu-waktu akan ambruk.

Tapi bukan tanpa alasan masyarakat enggan menggunakan jembatan tersebut. Selain kondisinya yang memprihatinkan, JPO yang dibangun sejak 12 tahun lalu itu sama sekali tidak pernah dilakukan perawatan. 

Bahkan konstruksinya yang terbuat dari besi dan plat baja itu sudah banyak yang keropos dan karatan sehingga dikhawatirkan jembatan berbiaya ratusan juta rupiah tersebut, sewaktu-waktu akan ambruk dan dapat memakan korban jiwa.

Pantauan HARIAN9, Sabtu (31/3), kurang berfungsinya JPO yang berada tepat di depan SMAN-2 Padangsidimpuan tersebut sudah berlangsung cukup lama. Tangga, lantai dan dinding jembatan yang terbuat dari plat besi baja terlihat sudah karatan dan banyak yang sudah bolong-bolong karena dibiarkan begitu saja tanpa ada perawatan.

Pemerhati pembangunan Kota Padangsidimpuan Ibrahimyah Nasution mengatakan, seharusnya jembatan itu dibangun untuk penyeberangan bagi pejalan kaki. Namun sayang JPO terebut tidak lagi dimanfaatkan untuk penyeberangan, karena kondisinya mulai rapuh akibat termakan usia.

Di samping itu juga katanya, tiang jembatannya juga udah terlihat karatan dan dikhawatirkan jembatan yang beratnya puluhan ton bisa-bisa ambruk karena tidak tertahan lagi oleh tiang baja jembatan yang keropos.

“Terkadang saya khawatir bila melintas di bawah JPO itu, apalagi bila angin kuat, karena takut tiba-tiba ambruk. Saya pun tak ngerti apa penyebabnya JPO tersebut tidak ada perawatan sama sekali,“ jelasnya.

Selain itu katanya, JPO itu juga sering dijadikan sebagai lokasi komersil yakni untuk tempat memasang papan spanduk dan reklame, sama sekali tidak dimanfaatkan untuk sarana penyeberangan orang.

Diharapkannya, Pemko Padangsidimpuan khususnya kepada instansi terkait, seperti Dinas Perhubungan, Dinas Pertamanan, Dinas Pendapatan Daerah, Dinas Pekerjaan Umum, Satpol PP dan lainnya agar mengkaji lagi keberadaan JPO tersebut.

“Tengoklah kondisinya, konstruksinya sudah tidak layak lagi. Banyak baut penahan sudah lepas. Lantai dan dinding JPO sudah banyak yang lepas dan jebol termakan karat, termasuk jenjang untuk naik juga saya lihat berbahaya dan tak bisa dijamin keamanannya,” kata Ibrahim.

Warga lainnya Edi Harahap (36) mengatakan, salah satu dampak terhadap tidak adanya perawatan terhadap JPO tersebut yakni bangunan tersebut sudah menjadi menjadi besi tua dan serta menjadi banguna dan asset yang sia-sia.

“Tidak dipungkiri lagi karena seperti yang kita lihat sekarang jembatan tersebut sudah mulai tidak kuat lagi untuk digunakan oleh pejalan kaki yang ingin menyeberang jalan. Oleh karena itu perlu perhatian juga bagi Pemko Padangsidimpuan sendiri untuk tidak menutup mata agar lebih memperhatikan hal-hal tersebut, sebelum nantinya akan terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan dikemudian hari,“ kata Edy.

Menyikapi kondisi JPO tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Padangsidimpuan Rudi Hermanto juga merasa prihatin dengan kondisi JPO yang mulai terancam ambruk akibat termakan usia.

“Sebelum memakan korban jiwa, kiranya JPO tersebut di renovasi dan kalau tidak ada manfaatnya lebih baik di bongkar saja,“ jelas politisi partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kota Padangsidimpuan ini sembari berjanji kondisi JPO tersebut akan dijadikan pandangan Fraksi PDI-P di Paripurna DPRD. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar