Kapolda: Saya Tidak Akan Beri Toleransi Bagi Pelaku Narkoba dan Begal

Redaksi: Selasa, 13 Maret 2018 | 00.02.00

Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Dra. Roma Megawanty Pasaribu Waterpauw, disambut tokoh adat Tapsel, saat menghadiri malam ramah tamah dan silaturrahim dengan jajaran Pemkab Tapsel dan  masyarakat Tabagsel di rumah dinas Bupati Tapsel Jalan Kenanga Padangsidimpuan, Sabtu malam (10/3). (Foto : Riswandy)

TAPSEL| HARIAN9
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw Pakpahan menegaskan, bahwa ia tidak akan memberikan toleransi kepada hal yang menjadi priotera utama dalam menangani tindakan kriminalitas seperti peredaran narkoba mapun  tindakan begal.

Hal itu dikatakan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw, saat menghadiri malam ramah tamah dan silaturrahim dengan jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel beserta segenap jajaran dan masyarakat Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) di rumah dinas Bupati Tapsel Jalan Kenanga Padangsidimpuan, Sabtu malam (10/3).

Malam ramah tamah dan silaturrahim tersebut dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel), dihadiri Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu selaku tuan rumah, Danrem 023/KS Kol. Inf. Donni Hutabarat, Pj. Walikota Padangsimpuan DR. H Sarmadan Hasibuan, SH, MM, Pj. Bupati Palas Efendi Pohan, Kapolres Tapsel AKBP M. Iqbal, S.Ik, M.Si, unsure Forkopimda Tapsel dan Ketua Pengadilan Negeri Padangsidimn puan.

Selain itu juga ada anggota DPRD Sumut Ir. Dolli Sinomba Siregar, mewakili Ketua DPRD Tapsel Ali Adanan Nasution, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Syaufia Lina Syahrul, Ketua MUI, BKAG, FKUB, Wabup Tapsel, Sekda Tapsel, Pimpinan Ormas, Rektor IAIN Prof Ibrahim Siregar, Rektor UMTS DR. Muksana Pasaribu, Forkala, OKP, Ormas Kemahasiswaan, pimpinan OPD Tapsel, pengurus Bhayangkari dan Persit serta pejabat utama Poldasu.

Acara diawali dengan mangulosi Kapoldasu Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw Pakpahan beserta  Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Dra. Roma Megawanty Pasaribu Waterpauw oleh Bupati dan Ketua TP PKK Tapsel yang dipandu oleh tokoh adat Tapsel Sutan Harahap.

Lebih lanjut Kapolda mengatakan, kejahatan narkoba dan begal sangat erat kaitannya. Hal tersebut dikarenakan seorang pengguna narkoba ketika tidak mampu membeli barang haram tersebut maka orangnya dapat berniat jahat dengan menjadi begal.

Selain narkoba dan begal, Kapolda juga memberikan warning terhadap maraknya isu berita bohong (hoax) yang berkembang di media sosial (medsos) saat ini. Untuk itu dia meminta agar pemerintah daerah juga memantau terhadap penyebar hoax melalui medsos di wilayahnya masing-masing.

Didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Dra. Roma Megawanty Pasaribu Waterpauw, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw menyebutkan, bahwa kunjungannya ke Tapsel merupakan yang ketiga kali setelah kunjungan pertama pada tahun 1987 lalu sewaktu dirinya melaksanakan Latihan Integrasi Taruna Daerah (Latsitarda) di Kelurahan Pardomuan Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapsel.

Tidak lupa Kapolda mengapresiasi Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu beserta segenap jajaran, karena sudah membantu menciptakan iklim yang kondusif di Tapsel dengan beragam suku dan agama yang ada.

“Salah satu yang memberikan nilai plus bagi seorang pimpinan daerah adalah mampu meredam gejolak konflik di wilayahnya dan juga mampu menjalin hubungan silaturahmi dengan masyarakatnya,“  tutur mantan Kapolda Papua tersebut.

Sebelumnya, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu selaku tuan rumah dalam sambutannya mengucapkan terimakasih atas kedatangan Kapoldasu beserta rombongan ke wilayah Tapsel, apalagi di Tapsel saat ini sudah terjalin hubungan dan komunikasi yang baik antar suku dan agama, sehingga menciptakan suasana yang kondusif di wilayah Tapsel.

Syahrul juga menegaskan, masyarakat Kabupaten Tapsel sangat memberikan dukungan penuh terhadap kepemimpinan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw Pakpahan khususnya dalam menciptakan suasana kondusifitas jelang Pilkada serentak di Sumut. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar















    















Komentar