Kapolda Sumut Bangga Dengan Monumen Tugu Latsitarda AKABRI 87 di Tapsel

Redaksi: Selasa, 13 Maret 2018 | 00.15.00

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu dan Kapolres Tapsel AKBP M. Iqbal, S.Ik, M.Si memberikan keterangan pers kepada wartawan usai meninjau Tugu Latsitarda di Desa  Sihuik-Huik Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Sabtu (10/3). (Foto: Riswandy)



TAPSEL| HARIAN9
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol Paulus Waterpauw merasa bangga dengan berdirinya tugu Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) yang dibangun 31 tahun lalu di Desa Sihuik-Huik Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) oleh Taruna Akademi Agkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dalam rangka  Praktek Kerja Lapangan (PKL) AKABRI Angkatan Tahun 1987.

“Tugu kenangan, ini mengawali karya Taruna AKABRI 87 Tingkat IV (terakhir), dengan membuka ruas jalan sepanjang sekira 3 kilometer di wilayah Desa Sihuik-Huik Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel,“ ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada wartawan usai meninjau Tugu Latsitarda di Desa  Sihuik-Huik Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapsel, Sabtu (10/3).

Dalam peninjauan Tugu Latsitarda tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Sumut Ny. Roma Megawati Br Pasaribu Waterpauw, Danrem 023/KS Kol. Inf Donni Hutabarat, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, Dandim 0212/TS Letkol (Arm) Azhari, Kapolres Tapsel AKBP M. Iqbal, S.Ik, M.Si, Kaden C Brimobdasu Tapsel AKBP Bravo Asena, Ketua TP PKK Tapsel Ny. Syaufia Lina Syahrul Pasaribu, jajaran pengurus Bhayangkari Tapsel serta para pejabat Polda Sumut, Polres Tapsel dan Pemkab Tapsel.

Program Latsitarda ini dibagi dalam 4 wilayah, yakni untuk wilayah Kabupaten Tapsel di Desa Sihuik-huik, diberi sandi Satuan Pelaksana (Satlak) Kijang, yang Taruna nya didominasi dari Akademi Kepolisian, Satlak Elang di Kabupaten Tanah Karo didominasi Angkatan Udara, Satlak Hiu di Kabupaten Nias dan Nias Selatan didominasi Angkatan Laut dan Satlak Macan di Kabupaten Dairi, didominasi Angkatan Darat.

Selain dari Taruna AKABRI, program Latsitarda ini juga melibatkan unsur mahasiswa dari Universitas Sumatera Utara (USU), mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang sekarang menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan serta Taruna Akademi Pemeintahan Dalam Negeri (APDNUSU, IAIN, APDN.

Usai kegiatan Latsitarda yang merupakan program kebijakan yang luar biasa, karena tidak saja melibatkan ABRI tetap juga mahasiswa guna kepentingan pembangunan para Taruna mendirikan sebuah monumen atau tugu yang diberi nama Tugu Latsitarda dan diresmikan oleh Panglima ABRI, yang saat itu dijabat Jenderal LB. Moerdani, sekaligus menandatangani batu plakat tanda peresmian.

Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw menceritakan kisa awal dibangunnya Tugu Latsitarda tersebut yang mana ia bersama seluruh Taruna AKABRI angkatan 1987 yang berasal dari Taruna AD, AL, AU dan Polri sebulan penuh tinggal di daerah itu untuk membuka ruas jalan ditengah lokasi yang saat itu hutannya cukup lebat dan banyak dihuni orang hutan, harimau dan kera, ditanbah kondisi cuaca yang ekstrim dan udara yang cukup dingin.

Tapi dengan semangat jiwa korsa para Taruna yang juga dibantu mahasiswa PKL dari, para Taruna tidak patah semangat dan terus berjuang agar akses ruas jalan tersebut bisa terbuka.

“Saya masih ingat, jalur ini merupakan lereng bukit cadas, sehingga untuk membuka ruas jalan ini, kami harus menggunakan dinamit agar bias menghancurkan kerasnya batu hitam di lokasi ruas jalan yang akan dibuka ini,“ ujarnya.

Ia juga mengatakan selama sebulan penuh mereka mendirikan tenda di tepi sungai Batang Selai yang mengalir diseberang ruas jalan arah depan Tugu Latsitarda dan airnya mengalir cukup dan jernih.

“Di sungai itulah tempat kami mandi dan berenang bersama teman-teman se angkatan dari AD, AU, AL, termasuk juga Bapak Jenderal (Pol) M. Tito Karnavian yang sekarang menjabat Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dan teman-teman dari tiga angkatan yang sekarang sudah ada yang berpangkat bintang tiga, bintang dua, bintang satu dan juga ada yang sudah Purnabhakti,“ katanya.

Untuk mengusir sepinya malam dan dinginnya udara kita bersama teman lainnya juga sering menghabiskan waktu main gaplek (domino) dengan taruhan wajah dioles pakai arang hitam, sehingga siapa yang kalah saat bangun pagi, wajahnya terlihat seperti hantu karena hitam semua, sehingga banyak teman-teman yang kaget, apalagi kami berada di tengah hutan.

“Tetapi sekarang saya cukup bangga, soalnya karya awal kami telah diukir dari sebuah kebijakan dan menjadi cikal bakal momen sejarah, dimana kami memulai karir dari Desa ini dan ruas jalan ini sekarang sudah dilapisi hotmix, bahkan di sekitar ini juga sekarang sudang banyak kebun karet kebun sawit, yang berarti tingkat ekonomi masyarakat juga semakin meningkat,“ sebutnya.

Ia juga menceritakan, untuk menemukan kembali tugu dan lokasi Latsitarda di Desa Sihuik-Huik setelah ia menjabat sebagai Kapolda Sumut 2017 lalu dan ia mendapat perintah dari Bapak Jenderal (Pol) M. Tito Karnavian yang juga satu angkatannya untuk mencari lokasi Latsitarda.

Selanjutnya ia meminta kepada Kapolres Tapsel AKBP M. Iqbal, S.Ik, M.Si untuk menelusuri di mana letak tugu Latsitarda tersebut dan berkat kerja keras Kapolres Tapsel dan pihak lain ttermasuk Pemkab Tapsel, tugu Latsitarda tersebut berhasil ditemukan di Desa Sihuik-huik dan langsung di renovasi, sehingga tugu tersebut terlihat cantik dan indah karena lokasinya berada di tengah-tengah hutan.

“Yang paling penting bagi saya, dengan ditemukannya tugu Latsitarda ini saya seperti pulang ke kampung halaman, karena dimana awal diri saya berkarya. Harapan saya tugu ini tetap dirawat dan dijaga sebagai momentum dimana kami dulu pernah berkarya, apalagi para alumni Taruna AKABRI 87 sudah sangat merindukan dan bahkan berjanji akan reuni mengungjungi tugu Latsitarda guna mengingat kembali karya awal yang monumental di Sihuik-huik bagi angkatan mereka di AKABRI angkatan 87,“ tuturnya.

Sementara Bupati Tapsel  Syahrul M.Pasaribu mengapresiasi karya Taruna AKABRI Satlak Kijang angkatan 87 lewat Lasitarda di Sihuik-huik karena telah  mengukir sejarah perkembangan pembangunan khususnya akses jalan di Angkola Selatan.

“Apa yang dilakukan Bapak Kapolda Paulus Waterpauw dan Bapak Kapolri M.Tito Karnavian dalam mengawali membuka akses jalan ini sangat strategis dari berbagai aspek, mengingat akses jalan Sihuik-Huik lewat Gua Asom akan tembus ke jalan koridor jalan Nasional Pantai Barat hingga Kabupaten Madina dan tepi laut,“ jelas Syahrul. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar


    















Komentar