Kemenpan RB Menilai RSUD Pirngadi Masih Perlu Banyak Pembenahan

Redaksi: Rabu, 21 Maret 2018 | 19.05.00

Asisten Deputi Bidang Pelayanan Publik Wilayah I Kemenpan RB Novian Andrina, diwawancarai saat meninjau RSUD Pirngadi Medan.


MEDAN| HARIAN9 
Asisten Deputi Bidang Pelayanan Publik Wilayah I Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) Novian Andrina menyampaikan, sebagai rolemodel (panutan) badan publik yang ditunjuk oleh Kemenpan RB tahun ini, pihaknya terus melakukan evaluasi yang nanti akhirnya adalah menjadi indeks pelayanan publik yang akan terlihat dari penilaian Kemenpan RB. Seperti saat ini pihaknya melakukan peninjauan ke RSUD Pirngadi milik Pemko Medan itu.

Dituturkannya, ada tiga formulir yang dilakukan penilaian untuk rumah sakit yaitu asessment rumah sakit itu sendiri, dimana pihaknya sebagai evaluator dan pihak ketiga yang melakukan survey terhadap kepuasan masyarakat. 

"Kami berharap evaluasi ini jadi satu trigger untuk rumah sakit lakukan perbaikan yang nanti dampaknya adalah kepuasan publik dari sisi kesehatan masyarakat," jelasnya Rabu (21/3/2018).

Selain itu ada 37 indikator yang pihaknya nilai, antara lain kebijakan pelayanan, sarana prasarana, sistem informasi pelayanan publiknya, SDM profesional, pengelolaan pengaduan dan inovasinya itu harus dipenuhi, kalau terpenuhi pelayanan rumah sakit akan baik. 

"Seperti saat ini kita meninjau RSUD Pirngadi Medan, kalau kita bicara pengamatan lapangan dari tahun ke tahun banyak yang harus ditingkatkan tidak bisa jangka pendek walau memang sebenarnya dikarenakan perlu biaya," katanya.

Ditambahkannya, seperti terlihat saat ini masalah gedung yang juga perlu anggaran, belum lagi dari sisi SDM pihaknya melihat perlu peningkatan walau sudah dimulai dengan dikirimkan beberapa pengawai yang mengikuti diklat yang sifatnya untuk pelayanan publik. Dan semua itu upaya perbaikan rumah sakit itu sendiri.

"Berbicara kebutuhan SDM maka kita bicara analisis jabatan dan analisa beban kerja. Apakah rumah sakit ini sudah lakukan itu. Dan setelah kami tanya kata kepala bagian organisasi sedang dalam penyusunan anjab dan ABK. Kalau sudah ada itu akan diketahui berapa kebutuhan SDM di sini," ujarnya.

Dikatakannya, RSUD Pirngadi adalah rumah sakit  terkenal hingga nasional tapi terkenal juga pelayanan yang masih kurang untuk penuhi harapan masyarakat. Banyak hal yang perlu dibenahi secara bertahap. Tahap pertama penataan tempat pelayanan gedungnya perlu diperbaiki. Ruang pelayanan kelas 3 besar sekali tapi kurang terawat.

"Kita lihat sarpras perlu ditambah dan sudah ada langkah awal dengan membuat unggulan 2 pelayanan antara lain seperti pelayanan untuk penyakit kanker. Kami ini punya kewenangan dari sisi kebijakan pendampingan memfasilitasi tapi kalau dukungan yabg sifatnya pembiayaan tidak, hanya saja kami berikan support pemantauan dan evaluasi pelayanan publiknya," ungkapnya.

Dikatakannya, untuk hasilnya akan diumumkan atau diterima rumah sakit ini pada bulan Oktober atau Nopember, kalau kemarin pihaknya telah umumkan dengan nilai B minus, yaitu sudah baik tapi dengan catatan. 

Sementara itu, Humas RSUD Pirngadi Edison Perangin Angin mengapresiasikan kunjungan Menpan RB karena menindaklanjuti pelayanan publik tentang UU no 25 tahun 2009, jadi memang sangat diperlukan untuk penyesuaian UU tersebut. 

"Dengan adanya peninjauan yang dilaksanakan di Pirngadi salah satunya yang perlu dicek adalah adanya maklumat. Yang menerima direktur. Untuk menjadi rumah sakit unggulan kanker di luar pulau Jawa masuk ke program KPBU nanti. Itulah nanti pembangunan new wing namun bukan sekarang. Jika masalah SDM memang harus dibenahi bagaimana inovasi pelayanan publik yang mau diciptakan,"pungkasnya.(jae9)



Komentar

SUMUT BERMARTABAT